Page 72 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 72
salah satunya berasal dari pendanaan rekom-posisi iuran program jamsostek lainnya, seperti JKK
dan JKM.
Meski demikian, saat ini kepesertaan di BP Jamsostek masih jauh dari harapan. Berdasarkan data
BP Jamsostek, sampai akhir 2020 jumlah pekerja yang terdaftar jamsostek 50,69 juta orang
dengan peserta aktif hanya 29,98 juta orang.
Padahal, per Februari 2021, sekitar 90 juta orang angkatan kerja memenuhi kriteria
mendapatkan jamsostek. Artinya, kepesertaan aktif BP Jamsostek saat ini baru mencakup 33,3
persen dari total pekerja yang sebenarnya berhak mendapat jaminan sosial.
Waktu menuju penyelenggaraan program JKP tinggal setengah tahun. Manfaat program
tunjangan pengangguran itu bisa diakses pada Februari 2022. Oleh karena itu, karut-marut
pendataan kepesertaan jamsostek perlu dibenahi.
"Perlu metode baru untuk meningkatkan kepesertaan jamsostek karena selama ini penegakan
hukum atau sanksi ke perusahaan tidak berjalan. Sosialisasi tidak signifikan meningkatkan
kepesertaan.
Iming-iming lewat bantuan subsidi upah juga tidak berhasil menambah jumlah peserta," kata
Koordinator Advokasi BP-JS Watch Timboel Siregar di Jakarta, Kamis (5/8/2021).
Menurut dia, konsolidasi dan integrasi data antara BP Jamsostek, BPJS Kesehatan, dan data
Sistem Informasi Ketenagakerjaan (Sisnaker) oleh Ke-menterian Ketenagakerjaan dapat
meningkatkan kepesertaan jamsostek secara signifikan.
Sekretaris Jenderal Kemen-terian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, meski
manfaatnya baru bisa dirasakan awal 2022, program JKP bisa jadi bantalan sosial bagi pekerja
yang kehilangan pekerjaan. Program itu bisa mengantisipasi jika dampak ekonomi dari pandemi
Covid-19 berkepanjangan hingga tahun depan.
Secara rinci, uang tunai program JKP akan diberikan tiap bulan selama paling banyak enam bulan
setelah verifikasi data pekerja. Besarannya 45 persen dari upah untuk tiga bulan pertama dan
25 persen upah untuk tiga bulan berikutnya. (AGE)
71

