Page 77 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 77
"Di tengah pandemi ini, catatan kekerasan terhadap perempuan juga meningkat, baik di rumah
tangga maupun tempat kerja. Ini karena kerentanan sosial di tengah pandemi meningkat,
pengangguran meningkat, dan sebagainya," ujarnya.
Tak hanya itu, perempuan yang harus bekerja secara workfrom home (WFH) juga punya beban
ganda. Selain harus menjalankan pekerjaan di rumah, mereka harus menjalankan peran rumah
tangganya "Intinya, pandemi membawa dampakyang lebih kepada perempuan, baik yang
bekerja di rumah maupun tempat kerja," ucap Ida.
Untuk memerangi kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan, Ida menyatakan
bahwa saat ini DPR dan pemerintah sedang membahas RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
(PKS). Selain itu, dalam UU Cipta Kerja, hak-hak pekerja perempuan sebagaimana dalam UU
13/2003 dijamin. Di antaranya, cuti haid, cuti hamil, dan melahirkan.
Selama ini, banyak kesalahpa-haman yang simpang siur di publik saat penyusunan UU Cipta
Kerja Sebagaimana penghapusan hak cuti haid dan cuti keguguran.
“Ini yang perlu diluruskan Bahwa hak-hak bagi pekerjaperempuan sebagaimana diatur tetap ada
dan dijamin Ketika cuti melahirkan, perempuan tetap menerima gaji," ungkap Ida
Untuk memaksimalkan perlindungan terhadap pekerja perempuan, Ida mendorong halitu
dibahas dalam perjanjian kerja bersama (PKB) antara perusahaan dan pekerja. Ida pun
menjamin apabila pemerintah mendorong penuh untuk meluaskan kesempatan kerja terhadap
perempuan. Dengan demikian, sektor pekerjaan yang selama ini terdefinisi sebagai pekerjaan
pria juga banyak yang telah diisi perempuan. "Sekarang sudah ada sekuriti dan sopir perempuan.
Di Smelting tadi saya lihat ada sekuriti perempuan,"tandas Ida
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang turut hadir menyampaikan dukungannya.
(son/c!2/diq)
caption:
SEJAJAR: Menaker Ida Fauziyah memberikan "kuliah" tentang penyetaraan gender pekerja di
hadapan direksi PT Smelting, Bupati Fandi Akhmad Yani, dan pengurus serikat pekerja di kantor
PT Smelting kemarin siang.
76

