Page 470 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 MEI 2021
P. 470
Judul Pandemi Tak Kunjung Pergi, Nasib Buruh Kian Tak Pasti
Nama Media Harian Bolmong Raya
Newstrend Dampak Virus Corona dalam Ketenagakerjaan
Halaman/URL Pg15
Jurnalis Opini
Tanggal 2021-05-04 09:32:00
Ukuran 362x407mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 70.952.000
News Value Rp 212.856.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
TAHUN 2021 adalah tahun kedua May Day diperingati dalam situasi pandemi. Tahun lalu, kita
tentu berharap di tahun 2021 situasi sudah kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala.
Namun, harapan di tengah ketidakpastian pandemi itu lambat laun menemui realitanya, yaitu
kepastian bahwa pandemi masih ada dan tak kunjung pergi. Vaksinasi yang berlangsung masih
bersusah payah mengejar percepatan laju penularan Covid, sementara dampaknya kian meluas
dan belum tentu bisa terobati hingga di masa-masa mendatang.
PANDEMI TAK KUNJUNG PERGI, NASIB BURUH KIAN TAK PASTI
TAHUN 2021 adalah tahun kedua May Day diperingati dalam situasi pandemi. Tahun lalu, kita
tentu berharap di tahun 2021 situasi sudah kembali pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala.
Namun, harapan di tengah ketidakpastian pandemi itu lambat laun menemui realitanya, yaitu
kepastian bahwa pandemi masih ada dan tak kunjung pergi.
Vaksinasi yang berlangsung masih bersusah payah mengejar percepatan laju penularan Covid,
sementara dampaknya kian meluas dan belum tentu bisa terobati hingga di masa-masa
mendatang.
Cerita Suram
Bagi kaum buruh, pandemi merupakan cerita suram yang tak kunjung terobati. Yesa (bukan
nama sebenarnya) contohnya, tak punya pilihan selain mengencangkan ikat pinggang sejak awal
pandemi berlangsung. Sebagai buruh garment di KBN Cakung, Jakarta Utara, ia terpaksa
menelan pil pahit akibat Covid-19 yang melanda sejak tahun lalu.
Ketika pandemi tiba, pabrik tempat ia bekerja terpaksa mengurangi aktivitas produksi sehingga
jam kerja pun dikurangi. Yesa dan teman-temannya hanya bekerja selama dua minggu secara
bergantian yang berakibat pada berkurangnya upah sebesar 50%. Hal itu memukul ekonomi
keluarganya, padahal ia memiliki dua buah hati yang masih kecil dan membutuhkan asupan gizi
memadai untuk daya kembangnya.
469

