Page 182 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 182
(RPTC) Bambu Apus dan Balai Mulya Jaya sebelum pulang ke daerah masing masing," Mensos
menambahkan.
Pada kesempatan terpisah, Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat menyatakan, upaya
ini wujud sinergi antara Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Sosial dan RPTC dengan Kemenko
PMK, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementerian Kesehatan, Ditjen
Dukcapil dan Instansi Pemerintah Daerah.
"Ini bukti bahwa sinergi semua pihak berjalan baik. Komunikasi dan langkah aksi dari masing-
masing pihak saling menguatkan satu sama lain," kata Harry saat tampil sebagai narasumber
dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Pemulangan PMIB dari Malaysia, belum lama ini.
Sesuai arahan Mensos, 41 balai rehabilitasi sosial milik Kemensos di seluruh Indonesia yang telah
multifungsi siap membantu proses pemulangan, rehabilitasi sosial hingga pemberdayaan PMIB
bersama sama Dinas Naker dan Dinas Perindustrian setempat.
"Intinya bagaimana PMIB bisa kembali ke keluarga. Ini upaya banyak pihak agar mereka bisa
kembali dan diterima oleh keluarga. Kami juga perlu memberikan pengertian kepada keluarga
bahwa pemulangan ini adalah pilihan terbaik," katanya.
Upaya reintegrasi sosial yang dilakukan Kementerian Sosial yaitu melakukan asesmen
komprehensif oleh pekerja sosial balai maupun Dinas Sosial.
Kemudian tracing bagi yang terkendala serah terima dengan keluarga, pendampingan dan
fasilitasi hak sipil PMIB dan jaminan kesehatan (PBI) serta akses kesempatan kerja dan
mengakseskan pada pemberdayaan secara ekonomi.
Hasil asesmen komprehensif akan menentukan apakah PMIB bisa mendapatkan layanan
rehabilitasi sosial di keluarga, di komunitas (Lembaga Kesejahteraan Sosial) atau di balai.
Hari menyebutkan dengan integrasi layanan maka PMIB bisa diberikan bekal pemberdayaan
ekonomi.
"Peran Pemda sangat diperlukan untuk memastikan PMIB mendapatkan akses kesempatan kerja,
seperti yg telah disampaikan dalam surat Menteri Sosial kepada Gubernur dan Bupati/Walikota
daerah asal PMIB," katanya.
Dia berharap dengan upaya pemberdayaan itu, PMIB bisa mengisi Sentra Kreasi ATENSI (SKA)
yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan
vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan.
"Jadi para pekerja migran ini SDM yang produktif, mereka punya skill yang bisa dikembangkan
berdasarkan hasil pemetaan," kata Harry.
Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan pemerintah melalui Kementerian Sosial menempuh
rangkaian langkah sistematis dalam pemulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB)
dari Malaysia. Ilustrasi: Kemnaker
Dia menambahkan balai jangan ragu memastikan jika mereka memiliki keterampilan agar ikut
mengisi Sentra Kreasi ATENSI.
"Dengan hasil karya mereka baik berupa makanan maupun kerajinan tangan," kata Harry. (jpnn)
181

