Page 156 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 156

GANJAR TURUNKAN TIM PENGAWAS PEMBAYARAN THR 18 PERUSAHAAN

              SEMARANG[Kampusnesia] - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menurunkan tim pengawas
              untuk menyelesaikan masalah pembayaran tunjangan hari raya (THR) buruh di 18 perusahaan
              di Jawa Tengah.

              Ganjar minta para pengusaha berkomunikasi dengan buruh agar kasus seperti di Boyolali tidak
              terulang.

              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah juga sudah diminta
              untuk siaga dan menyediakan tempat untuk pengaduan. Hal itu agar bisa melakukan respons
              cepat terkait permasalahan THR di sejumlah perusahaan.

              "Semua saya minta untuk merespons dengan cepat. Maka yang 18 perusahaan itu akan kami
              ajak bicara satu persatu. Tim pengawas kita turunkan," ujar Ganjar, Kamis (6/5).
              Dia mengatakan kepada pengusaha agar menjaga komitmen untuk membayarkan THR tahun
              ini. Apabila terjadi persoalan diminta pengusaha untuk berkomunikasi dengan para buruh.

              "Saya titip kepada para pengusaha karena ini sudah ketentuan, mari kita komunikasi. Sampaikan
              kepada para buruh karena kita sudah komitmen," tuturnya.

              Menurutnya, komunikasi antara pengusaha dan buruh diperlukan agar kejadian seperti di Pan
              Brothers  Boyolai  tidak  terulang  di  tempat  lain.  Sebab  kejadian  di  Pan  Brothers  itu  sangat
              berbahaya, khususnya terkait potensi penularan Covid-19.

              "Contoh  yang  di  Boyolali,  kejadian  di  Pan  Brothers  itu  akhirnya  kan  terjadi  kerumunan.
              Bahayanya bukan lagi sekedar soal bayar THR saja tetapi bisa punya potensi penularan Covid-
              19. Untuk kejadian itu kami sudah turunkan tim dan akhirnya bisa disepakati," ujarnya.

              Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah, mengatakan ada 18
              perusahaan di Jawa Tengah yang diadukan oleh karyawannya karena tidak kunjung memberi
              kepastian soal THR. Perusahaan itu saat ini terus dipantau oleh kementerian dan pemerintah
              daerah.

              Ida menuturkan sesuai ketentuan yang ada setiap perusahaan harus membayarkan THR tepat
              waktu.  Jika  terjadi  masalah  atau  perusahaan  tidak  bisa  membayar  THR  maka  harus  ada
              komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan dengan para buruh dan karyawan.

              "Pemberian THR paling lambat H-7 namun kami masih beri kelonggaran kepada perusahaan
              sampai  H-1.  Kalau  perusahaan  tidak  bisa  membayar  H-7  maka  dilakukan  dialog  di  internal
              perusahaan, dialog kekeluargaan," tuturnya.

              Sementara  jika  sampai  tenggat  waktu  yang  diberikan  perusahaan  tidak  juga  memenuhi
              kewajiban  untuk  memberikan  THR  serta tidak  ada  komunikasi  dengan  karyawan  maka  akan
              diberikan sanksi seusi undang-undang. Sanksi terberatnya bisa saja pencabutan izin. (rs)















                                                           155
   151   152   153   154   155   156   157   158   159   160   161