Page 158 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 158

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah juga sudah diminta untuk
              siaga dan menyediakan tempat pengaduan. Hal itu agar bisa melakukan respon cepat terkait
              permasalahan THR di sejumlah perusahaan.

              "Semua saya minta untuk merespon dengan cepat. Maka yang 18 perusahaan itu akan kami ajak
              bicara satu persatu. Tim pengawas kita turunkan," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kamis
              (6/5/2021).

              Ganjar menegaskan kepada pengusaha agar menjaga komitmen untuk membayarkan THR tahun
              ini. Apabila terjadi persoalan ia meminta pengusaha berkomunikasi dengan para buruh.

              "Saya titip kepada para pengusaha karena ini sudah ketentuan, mari kita komunikasi. Sampaikan
              kepada para buruh karena kita sudah komitmen," kata Ganjar.

              Komunikasi antara pengusaha dan buruh diperlukan agar kejadian seperti di Pan Brothers Boyolai
              tidak  terulang  di  tempat  lain.  Sebab  kejadian  di  Pan  Brothers  sangat  berbahaya,  khususnya
              terkait potensi penularan Covid-19.

              "Contoh  yang  di  Boyolali,  kejadian  di  Pan  Brothers  itu  akhirnya  kan  terjadi  kerumunan.
              Bahayanya bukan lagi sekedar soal bayar THR saja tetapi bisa punya potensi penularan Covid-
              19. Untuk kejadian itu kami sudah turunkan tim dan akhirnya bisa disepakati," ungkap Ganjar.

              Diberitakan  sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,  mengatakan  ada  18
              perusahaan di Jawa Tengah yang diadukan oleh karyawannya karena tidak kunjung memberi
              kepastian soal THR.Perusahaan itu saat ini terus dipantau oleh kementerian dan pemerintah
              daerah.

              Ida mengatakan, sesuai ketentuan yang ada setiap perusahaan harus membayarkan THR tepat
              waktu.  Jika  terjadi  masalah  atau  perusahaan  tidak  bisa  membayar  THR  maka  harus  ada
              komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan dengan para buruh dan karyawan.

              "Pemberian THR paling lambat H-7 namun kami masih beri kelonggaran kepada perusahaan
              sampai  H-1.  Kalau  perusahaan  tidak  bisa  membayar  H-7  maka  dilakukan  dialog  di  internal
              perusahaan, dialog kekeluargaan," katanya.

              Sementara  jika  sampai  tenggat  waktu  yang  diberikan  perusahaan  tidak  juga  memenuhi
              kewajiban  untuk  memberikan  THR  serta tidak  ada  komunikasi  dengan  karyawan  maka  akan
              diberikan sanksi sesuai undang-undang. Sanksi terberatnya bisa saja pencabutan izin.***.



























                                                           157
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163