Page 185 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 185

hal  sebagai  berikut:  1.  THR  Keagamaan  diberikan  kepada:  a.  Pekerja  /  buruh  yang  telah
              mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus menerus atau lebih.
              b Pekerja / buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian
              kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Bagi buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR yang
              diberikan sebesar 1 bulan upah.

              Bagi buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari
              12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: masa kerja/12 x 1 (satu)
              bulan upah.

              Bagi buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah 1 bulan dihitung sebagai
              berikut:
              1) pekerja / buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              2) pekerja / buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Puluhan  posko  pelayanan  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  dibuka  Dinas  Ketenagakerjaan  dan
              Transmigrasi  Jawa  Timur  (Disnakertrans  Jatim).  Total,  ada  55  posko  pelayanan  THR  yang
              disiagakan Pemprov Jatim.

              Ke-55 itu terdiri atas 38 posko di Disnakertrans Kabupaten atau kota, 16 posko di Unit Pelaksana
              Teknis Balai Latihan Kerja (UPTBLK), dan 1 di Disnakertrans Jatim.

              Posko tersebut melayani sejak Selasa (27/4/2021) ini hingga 20 Mei 2021 pada hari kerja, pukul
              08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sementara, untuk hari Jumat, dibuka pukul 08.00 sampai 15.30
              WIB.
              Selain   itu,   masyarakat      bisa   mengaksesnya      secara     virtual   melalui   situs
              disnakertrans.jatimprov.go.id dan bit.ly/PelayananTHRJatim 2021.

              Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan, bila ada perusahaan yang tak
              dapat  memenuhi  pembayaran  THR,  akan  dilakukan  penegakan  dengan  cara  memeriksa
              pengusaha  tersebut.  Begitu  pula  dengan  alasan  tak  bisa  dibayarkannya  THR  para  pekerja.
              Apabila  ada  perusahaan  menyatakan  tidak  mampu  membayar  THR,  Disnakertrans  akan
              memfasilitasi pembicaraan kepada para pekerja.

              "Harus (diskusi) sama-sama dengan serikat pekerja," kata Himawan saat konferensi pers, Senin
              (26/4/2021).

              Himawan  menuturkan,  diskusi  tersebut  bertujuan  mencari  jalan  keluar  dan  alternatif  perihal
              skema pembayaran THR. Misalnya, dibayar dengan cara mencicil atau melakukan penundaan,
              sesuai kesepakatan antara pekerja dan perusahaan terkait.


              Menurutnya,  pencarian  solusi  dengan  cara  mediasi  dan  medium  yang  difasilitasi  pihaknya
              lantaran belum ada sanksi yang mengatur pembayaran THR sampai saat ini. Meski begitu, pihak
              Himawan hendak menindaklanjuti permasalahan di lapangan dengan membuat berita acara.

              "Entah skema cicil 1, 2, 3 bulan atau apa bagaimana, itu kesepakatan bersama. Prinsipnya, tidak
              sanksi. Tapi, harus dibayar," tuturnya.




                                                           184
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190