Page 216 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 216
Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Unjuk rasa sekitar 400 buruh pabrik aksesoris sepatu itu diawali dengan mogok kerja shift malam
mulai pukul 21.00-23.00 WIB, dengan korlap Haerudin selaku salah satu pekerja shift malam.
“Memang benar, ada pemotongan THR bagi buruh yang masa kerjanya di atas satu tahun hanya
akan diberikan THR sebesar Rp. 50 ribu dengan alasan terdampak pandemi, bagaimana yang
dibawah 1 tahun, makanya kami menolak kebijakan itu,” ujar Haerudin.
Haerudin juga menyatakan akan menggelar mogok kerja esok hari jika tuntutan mereka tidak
direspon. Pasalnya, THR harus diberikan kepada pekerja/buruh paling lambat 7 hari sebelum
hari raya keagamaan.
THR keagamaan tahun ini pun wajib dibayar penuh dan tepat waktu oleh pelaku usaha, berbeda
pada 2020 lalu saat pemerintah memberikan kelonggaran kepada para pengusaha untuk
memberikan THR secara bertahap.
Jika pengusaha tidak membayar THR kepada para pekerjanya sesuai aturan pemerintah maka
dapat dikenai sanksi administratif sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 36 Tahun 2021, mulai dari teguran, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara
kegiatan produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.
Ia pun menyayangkan pihak manajemen tidak melakukan musyawarah dengan para
buruh/pekerja terlebih dahulu terkait rencana besaran pemberian THR.
Pihak manajemen PT. API kemudian merespon aksi mogok kerja dengan melakukan
musyawarah. Sempat terjadi kegaduhan saat para buruh dengan tegas menolak kebijakan pabrik
tentang pemberian THR yang tak sesuai aturan pemerintah.
Saat kegaduhan berlangsung datang petugas Kamtibmas dari Polsek dan Koramil 03 Wanasari
untuk menenangkan mereka. Saat para buruh telah tenang maka musyawarah pun dilanjutkan
kembali dan akhirnya pihak pabrik menyetujui pemberian THR sesuai aturan pemerintah.
Rio, selaku Manajer Bagian Umum PT. API membenarkan jika sempat terjadi kegaduhan saat
musyawarah berlangsung.
“Kesimpulannya tadi manajemen sudah sepakat jika pemberian THR sesuai dengan ketentuan
pemerintah, dan kapan pemberiannya akan disampaikan dalam waktu dekat,” katanya.
Menurutnya, aksi protes dan mogok kerja sementara itu telah menjadi pembelajaran berharga
bagi pihak manajemen.
Setelah kesepakatan itu, akhirnya mulai pukul 23.05 WIB, para buruh membatalkan aksi mogok
kerja dan mereka mulai kerja kembali.
Perlu diketahui, ada setidaknya 1.800 orang pekerja/buruh yang menggantungkan hidup di
pabrik tersebut, sehingga THR di saat pandemi covid-19 tahun ini sangat berarti bagi mereka.
Pun dengan THR maka diharapkan dapat menstimulasi konsumsi masyarakat sehingga memacu
pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dampak dari pandemi berkepanjangan.
215

