Page 212 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 212

PEMPROV JATENG TURUNKAN TIM PENGAWAS ATASI PEMBAYARAN THR 18
              PERUSAHAAN DI JATENG
              SEMARANG (Sigijateng) -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menurunkan tim pengawas
              untuk menyelesaikan masalah pembayaran tunjangan hari raya (THR) buruh di 18 perusahaan
              di Jawa Tengah. Ganjar minta para pengusaha berkomunikasi dengan buruh agar kasus seperti
              di Boyolali tidak terulang.

              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah juga sudah diminta
              untuk siaga dan menyediakan tempat untuk pengaduan. Hal itu agar bisa melakukan respons
              cepat terkait permasalahan THR di sejumlah perusahaan.

              "Semua saya minta untuk merespons dengan cepat. Maka yang 18 perusahaan itu akan kami
              ajak bicara satu persatu. Tim pengawas kita turunkan," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jawa
              Tengah, Kamis (6/5/2021).

              Ganjar menegaskan kepada pengusaha agar menjaga komitmen untuk membayarkan THR tahun
              ini. Apabila terjadi persoalan ia meminta pengusaha untuk berkomunikasi dengan para buruh.

              "Saya titip kepada para pengusaha karena ini sudah ketentuan, mari kita komunikasi. Sampaikan
              kepada para buruh karena kita sudah komitmen," kata Ganjar.

              Komunikasi antara pengusaha dan buruh diperlukan agar kejadian seperti di Pan Brothers Boyolai
              tidak terulang di tempat lain. Sebab kejadian di Pan Brothers itu sangat berbahaya, khususnya
              terkait potensi penularan Covid-19.

              "Contoh  yang  di  Boyolali,  kejadian  di  Pan  Brothers  itu  akhirnya  kan  terjadi  kerumunan.
              Bahayanya bukan lagi sekedar soal bayar THR saja tetapi bisa punya potensi penularan (Covid-
              19). Untuk kejadian itu kami sudah turunkan tim dan akhirnya bisa disepakati," ungkap Ganjar.
              Diberitakan  sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  RI,  Ida  Fauziyah,  mengatakan  ada  18
              perusahaan di Jawa Tengah yang diadukan oleh karyawannya karena tidak kunjung memberi
              kepastian soal THR. Perusahaan itu saat ini terus dipantau oleh kementerian dan pemerintah
              daerah.

              Berita Terbaru: Ida mengatakan bahwa sesuai ketentuan yang ada setiap perusahaan harus
              membayarkan THR tepat waktu. Jika terjadi masalah atau perusahaan tidak bisa membayar THR
              maka  harus  ada  komunikasi  dan  penyelesaian  secara  kekeluargaan  dengan  para  buruh  dan
              karyawan.

              "Pemberian THR paling lambat H-7 namun kami masih beri kelonggaran kepada perusahaan
              sampai  H-1.  Kalau  perusahaan  tidak  bisa  membayar  H-7  maka  dilakukan  dialog  di  internal
              perusahaan, dialog kekeluargaan," katanya.
              Sementara  jika  sampai  tenggat  waktu  yang  diberikan  perusahaan  tidak  juga  memenuhi
              kewajiban  untuk  memberikan  THR  serta tidak  ada  komunikasi  dengan  karyawan  maka  akan
              diberikan sanksi seusi undang-undang. Sanksi terberatnya bisa saja pencabutan izin. (Aris).













                                                           211
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217