Page 222 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 222
"Masih ada 100-an perusahaan yang masih belum melunasi THR 2020 secara penuh. Bahkan
mungkin belum membayar apapun kepada buruh," kata anggota Ombudsman Robert Na Endi
Jaweng dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada, Rabu (5/5).
Endi Jaweng menjelaskan pemerintah mengizinkan perusahaan membayar THR kepada
karyawannya dengan cara mencicil pada tahun lalu. Kebijakan itu diambil pemerintah karena
dampak pandemi Covid-19 terhadap dunia usaha. "Kami ingin pemerintah bantu selesaikan dulu
yang tersisa karena belum diselesaikan ini," ujarnya.
Ombudsman RI mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) bersama Dinas Tenaga
Kerja (Disnaker) di daerah meningkatkan pengawasan sekaligus membantu penyelesaian terkait
hak THR buruh yang belum dilunasi.
"Kami minta kepada Kemenaker maupun Disnaker di 34 Provinsi untuk menyelesaikan ini dengan
melihat apa sih masalah yang ada kemudian apa tindakannya," tegasnya.
Endi Jaweng mewanti-wanti perusahaan untuk siap diganjar sanksi kalau tak kunjung melunasi
hak THR buruh periode 2020. Hal ini berlaku juga untuk THR tahun ini.
Dia juga mengkritisi Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida
Fauziyah soal kewajiban perusahan membayar tunjangan hari raya (THR) pada H-7 sebelum Hari
Raya Idul Fitri 2021. Ia memandang SE itu terkesan multiftafsir dan bisa merugikan buruh.
Endi Jaweng menyebut ada unsur ketegasan membayarkan THR tepat waktu dalam SE Nomor
M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
Tahun 2021. Namun, menurut dia, SE itu mengandung hal yang merugikan buruh jika ditilik lebih
jauh.
Dia mengkritisi SE tersebut yang memberi peluang perusahaan menunda pembayaran
THR.Keringanan bagi perusahaan inilah yang berpotensi merugikan buruh yang ingin mendapat
haknya berupa THR tepat waktu.
"Surat edaran ini mengatur memberikan semacam menawarkan keringanan kepada perusahaan-
perusahaan yang tidak mampu," ujar Robert.
(rep)
Caption:
DEMO THR DICICIL: Sejumlah buruh pabrik PT Pan Brothers Tbk berunjuk rasa di Mojosongo,
Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (5/5).
221

