Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 41
Judul 54 Perusahaan Jateng Diadukan soal THR
Nama Media Suara Merdeka
Newstrend Posko THR 2021
Halaman/URL Pg8
Jurnalis 25
Tanggal 2021-05-07 05:40:00
Ukuran 234x193mmk
Warna Warna
AD Value Rp 46.800.000
News Value Rp 234.000.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Sakina Roselasari (Kepala Disnakertrans Jateng) Sampai Kamis(6/5), ada 54
perusahaan yang diadukan
positive - Sakina Roselasari (Kepala Disnakertrans Jateng) Kami bersama dengan DPRD Jateng
dan pengawas ketenagakerjaan akan melakukan audit turun ke perusahaan yang tak patuh
Ringkasan
Sebanyak 54 Perusahaan diadukan oleh pekerjanya terkait pembayaran tunjangan hari raya
(THR) 2021. Perusahaan paling banyak berasal dari Kota Solo dan Kota Semarang dan rata-rata
adalah padat karya yang bergerak di bidang garmen dan tekstil. Kepala Disnakertrans J ateng,
Sakina Roselasari, mengatakan aduan itu diterima oleh Posko THR Disnakertrans Jateng dan
enam pengawas ketenagakerjaan di Jateng. Aduan itu bisa jadi lebih banyak karena masing-
masing Disnaker tingkat Kabupaten/Kota juga membuka posko serupa.
54 PERUSAHAAN JATENG DIADUKAN SOAL THR
Sebanyak 54 Perusahaan diadukan oleh pekerjanya terkait pembayaran tunjangan hari raya
(THR) 2021. Perusahaan paling banyak berasal dari Kota Solo dan Kota Semarang dan rata-rata
adalah padat karya yang bergerak di bidang garmen dan tekstil.
Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Roselasari, mengatakan aduan itu diterima oleh Posko THR
Disnakertrans J ateng dan enam pengawas ketenagakerjaan di Jateng. Aduan itu bisa jadi lebih
banyak karena masing-masing Disnaker tingkat Kabupaten/Kota juga membuka posko serupa.
Setidaknya ada tiga alasan aduan. Pertama, karyawan belum menerima THR hingga H-7
sebagaimana ketentuan. Kedua, THR yang didcil. Ketiga, nominal THR yang tak sesuai aturan.
"Sampai Kamis (6/5), ada 54 perusahaan yang diadukan," ungkap Sakina di sela-sela
pemantauan pembayaran THR di sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Candi Semarang dan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Kamis (6/5).
40

