Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 6

BALADA PROTES BURUH, DARI PERKARA THR HINGGA BOIKOT PRODUK
              INDOMARET
              Buruh berencana akan memboikot produk PT Indomarco Prismatama ( Indomaret ) pekan ini.
              Selain memboikot, para buruh juga akan melakukan aksi di depan toko-toko Indomaret.

              Rencana aksi boikot ini muncul usai anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI)
              Anwar Bessy dijadikan sebagai tersangka karena menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) 2020.
              Dia dilaporkan karena telah merusak gypsum di kantor Indomaret saat sedang melakukan unjuk
              rasa.

              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI),  Said  Iqbal  mengaku  akan
              menginstruksikan anggotanya yang berjumlah 2,2 juta orang selaku buruh di 30 provinsi dan
              300-an kabupaten/kota untuk mendukung kampanye boikot Indomaret, serta melakukan aksi
              massa di depan toko-toko Indomaret di seluruh Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-
              undangan yang berlaku.
              Said  Iqbal  menilai  telah  terjadi  pelanggaran  yang  serius  oleh  manajemen  PT  Indomarco
              Prismatama  dalam  membayar  THR  tidak  sesuai  dengan  isi  peraturan  perusahaan.  Di  mana
              seharusnya, pekerja yang memiliki masa kerja sampai dengan tiga tahun mendapat THR 1 bulan
              upah, masa kerja 3-7 dibayar 1,5 bulan upah, dan 7 tahun ke atas dibayar 2 bulan upah.
              "Serikat buruh berpendapat, manajemen dalam membayar THR 2020 tidak sesuai peraturan
              perusahaan  yang  sudah  terdaftar  di  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  aturan  perundangan-undangan
              seperti UU No 13 Tahun 2003 dan PP No 78 Tahun 2015," kata Said Iqbal dalam keterangan
              resminya yang dikutip, Senin (24/5/2021).

              Kedudukan Peraturan Perusahaan sebagaimana Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah setara
              dan sama nilainya dengan undang-undang. Dengan demikian THR bagi pekerja Indomaret yang
              punya masa kerja 7 tahun ke atas yang dibayarkan 50% dari nilai peraturan telah melanggar
              hukum, patut diduga ada unsur pelanggaran perdata serta pidana seperti penggelapan upah
              buruh dalam bentuk THR.

              "Tidak membayar THR sesuai dengan isi peraturan perusahaan, seharusnya didahului dengan
              perundingan untuk mendapatkan kesepakatan dengan pihak pekerja atau serikat pekerja yang
              mewakili buruh. Bukan membayar secara sepihak THR sebesar 50% dari peraturan perusahaan
              tersebut," katanya.

              "Alih-alih  perusahaan  tunduk  pada  undang-undang  ketenagakerjaan,  malah  buruh  yang
              menuntut pembayaran THR sesuai peraturan perusahaan dikriminalisasi. Dalam hal ini, Anwar
              Bessy alias Ambon dianggap melakukan tindak pidana," tambahnya.

              Sebagai bentuk dukungan terhadap FSPMI, KSPI akan membawa kriminalisasi Anwar Bessy ke
              Sidang ILO di Jenewa pada Juni 2021 karena adanya dugaan pelanggaran Konvensi ILO No 87
              tentang  Kebebasan  Berserikat  dan  No  98  tentang  Hak  Berunding.  KSPI  sebagai  anggota
              Konfederasi Serikat Buruh Sedunia (ITUC) akan meminta ILO mengirim surat ke Pemerintah
              Indonesia dan Manajemen Indomaret.


              Selain  itu,  KSPI  akan  melakukan  kampanye  internasional  terhadap  hak  buruh  dan  dugaan
              kriminalisasi yang telah dilakukan PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group). Sidang ILO
              akan dihadiri delegasi serikat buruh dari seluruh dunia. Sehingga kampanye internasional ini
              akan mendapat dukungan luas.

              Said Iqbal menghimbau kepada para pihak, khususnya kepada pimpinan pusat Indomaret Group
              untuk mencabut perkara Anwar Bessy dan membebaskannya dari tindakan kriminalisasi, serta


                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11