Page 11 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 11

MENAKER BEBERKAN ALASAN RI BISA KEBANJIRAN BURUH CHINA

              Jakarta -  Menteri Ketenagakerjaan  Ida Fauziyah mengungkapkan penyebab Indonesia 'dibanjiri'
              oleh tenaga kerja asing (TKA) asal China. Menurut Ida, hal itu terjadi karena banyaknya investasi
              China yang masuk ke Indonesia.

              "Kenapa jumlah TKA China lebih besar? Ini tentu saja karena banyak investasi yang masuk ke
              Indonesia yang berasal dari China. Ini saya kira berbanding lurus dengan investasi yang masuk
              dari China, kalau dilihat investasi yang masuk ke Indonesia banyak dari China, berbanding lurus
              dengan TKA yang ditempatkan di Indonesia," ujarnya dalam rapat bersama Komisi IX, Senin
              (24/5).

              Ia menuturkan jumlah TKA China yang masuk ke Indonesia sebanyak 8.700 orang hingga 18
              Mei 2021. Disusul oleh Korea Selatan sebanyak 1.600 dan Jepang 1.400 orang. Selain ketiga
              negara tersebut, asal negara TKA meliputi Filipina, Malaysia, Inggris, AS, Australia, Thailand, dan
              sebagainya.
              Ida menuturkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menerbitkan izin kerja kepada
              15.760  pada  periode  Januari  hingga  18  Mei  2021.  Namun,  ia  menegaskan  pemberian  izin
              tersebut telah memenuhi ketentuan pengecualian TKA yang bisa mendapatkan izin kerja selama
              pandemi  covid-19.  Selain  itu,  pemberian  izin  TKA  tersebut  harus  melalui  rekomendasi
              kementerian/lembaga terkait.

              "Itu dasarnya adalah permohonan dari K/L, dimana yang dasarnya pemberhentian sementara
              itu mengecualikan alasan kemanusiaan, tenaga bantuan dukungan medis dan pangan, perbaikan
              alutsista, objek vital strategis nasional, dan PSN. Semua proses ini secara terbuka dan transparan
              tidak boleh lewati ketentuan yang ada, mesti ada check dan recheck sebelum dikeluarkan izi
              kepada TKA," imbuhnya.

              Ia mengklaim jumlah TKA yang masuk ke Indonesia pada Mei 2021 lebih rendah dibandingkan
              dengan Mei 2019 dan 2020. Detailnya, jumlah TKA pada Mei 2019 sebanyak 95.168 orang, lalu
              berkurang di Mei 2020 sebanyak 93.374 orang, dan Mei 2021 totalnya kembali turun menjadi
              92.058 orang.

              Selain  itu,  jumlah  perusahaan  pengguna  TKA  juga  berkurang,  Tercatat,  pada  Mei  2019
              perusahaan yang menggunakan jasa TKA mencapai 19.500, lalu turun menjadi 18.700 di Mei
              2020 dan 16.795 perusahaan pada Mei tahun ini.

              "Jadi, kalau dilihat dari jumlah perusahaan yang menggunakan TKA lebih sedikit dibandingkan
              dengan Mei 2019 dan Mei 2020," ujarnya.

              Namun, ia menuturkan penurunan TKA di Tanah Air justru berdampak pada serapan tenaga
              kerja dalam negeri. Pasalnya, turunnya TKA mengindikasikan apabila perusahaan mengalami
              kendala atau tidak beroperasi.
              "Kalau ngomong terbuka, banyak perusahaan-perusahaan yang investasi dari China, misalnya
              proses produksinya seperti  manual booknya, kemudian beberapa teknis yang lain, baru bisa
              dikerjakan  oleh tenaga kerja  dari  negara  tersebut.  Kalau kita tidak  gunakan  mereka,  berarti
              berhenti operasi atau belum bisa operasi, yang pada akhirnya tidak bisa serap tenaga kerja, ini
              problem yang sangat serius," katanya.








                                                           10
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16