Page 8 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 8
Judul Disnakertrans Sulsel Selesaikan Sembilan Laporan THR
Nama Media jawapos.com
Newstrend Posko THR 2021
Halaman/URL https://www.jawapos.com/jpg-today/25/05/2021/disnakertrans-sulsel-
selesaikan-sembilan-laporan-thr/
Jurnalis Antara
Tanggal 2021-05-25 06:50:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan telah menyelesaikan
sembilan dari 11 laporan terkait dengan pelanggaran pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya).
"Kita terima 11 laporan. Dua yang belum terselesaikan dan masih berlangsung upaya
kesepakatan," ungkap Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Sulsel M. Abdi
Taufan Husni seperti dilansir dari Antara di Makassar.
DISNAKERTRANS SULSEL SELESAIKAN SEMBILAN LAPORAN THR
-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulawesi Selatan telah menyelesaikan
sembilan dari 11 laporan terkait dengan pelanggaran pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya).
"Kita terima 11 laporan. Dua yang belum terselesaikan dan masih berlangsung upaya
kesepakatan," ungkap Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Sulsel M. Abdi
Taufan Husni seperti dilansir dari Antara di Makassar.
Dia menyebut, sembilan laporan yang terselesaikan telah menghasilkan kesepakatan antara
pekerja dan perusahaan terkait pembayaran THR. Sebelumnya hanya dibayarkan separo, saat
ini telah dibayar utuh oleh perusahaan usai mediasi.
Berbeda dengan dua perusahaan yang belum terselesaikan, mereka belum sama sekali
membayar THR para pekerja dengan alasan imbas pandemi Covid-19. Hal itu diketahui atas
laporan para pekerja.
Menurut Abdi, hal itu perlu diketahui dan ditelusuri kebenarannya berdasar informasi yang
sampai ke serikat pekerja maupun pekerja dua perusahaan tersebut.
”Pengaduan dari pekerja katanya Covid-19. Kami akan lihat di lapangan karena harus ada bukti.
Teman-teman lagi turun untuk menyelesaikan hal ini,” ujar M. Abdi Taufan Husni.
Dua laporan tersisa, yakni perusahaan perhotelan di Makassar dan perusahaan di Kawasan
Industri Makassar (Kima).
7

