Page 394 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 394

yang mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, perusahaan wajib membayarkan
              THR langsung satu kali maksimal pada H-7 lebaran.


              TAK BAYAR THR, PERUSAHAAN TERANCAM BLACKLIST

              Tegal,  -  Pemerintah  Kota  (Pemkot)  Tegal,  Jawa  Tengah  menyiapkan  surat  edaran  terkait
              kewajiban pembayaran tunjangan hari raya (THR). Perusahaan terancam sanksi blacklist jika tak
              melaksanakan kewajiban itu.
              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal, R Heru Setyawan mengatakan, sesuai
              Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Tenaga  Kerja  Nomor  6  Tahun  2021  yang  mengacu  Peraturan
              Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, perusahaan wajib membayarkan THR langsung satu kali
              maksimal pada H-7 lebaran.
              "Ditegaskan di surat edaran menteri tenaga kerja bahwa kalau kemarin (tahun lalu) itu THR
              boleh dicicil, tidak dibayar sekali, ini harapannya dibayar satu kali maksimal H-7 sebelum hari
              raya.  Kami  sedang  menyiapkan  surat  edaran  wali  kota  terkait  THR  mengacu  surat  edaran
              menaker itu. Minggu depan diedarkan," kata Heru, Jumat (16/4).

              Menurut Heru, sesuai SE menteri tenaga kerja, terdapat sanksi tegas yang bisa diberikan kepada
              perusahaan yang tidak melaksanakan ketentuan pembayaran THR. Sanksi yang diberikan terkait
              dengan perizinan usaha.
              "Sanksinya administratif. Terancam blacklist kalau mau mengajukan perpanjangan izin usaha.
              Kalau  sanksinya  nutup  usahanya  kasihan,  nanti  siapa  yang  akan  mempekerjakan  karyawan-
              karyawan perusahaan itu," ujarnya.

              Heru mengatakan, setelah surat edaran wali kota disosialisasikan ke perusahaan dan pekerja,
              pihaknya akan melakukan pemantauan ke perusahaan-perusahaan. Hal ini untuk memastikan
              perusahaan membayarkan THR sesuai ketentuan.

              "Kami  akan  lakukan  pemantauan  awal,  kemudian  pemantauan  menjelang  pembayaran  dan
              sesudah masa pembayaran," jelasnya.

              Heru melanjutkan, pihaknya juga akan membuat posko pengaduan untuk memfasilitasi pekerja
              yang  hendak  melaporkan  perusahaan  yang  tidak  mematuhi  ketentuan  pembayaran  THR.
              Pengaduan akan diterima secara offline dan online.

              "Identitas pengadu akan kami lindungi karena selama ini pekerja atau buruh takut mengadu
              karena kalau ketahuan bisa dipecat. Itu nanti akan kami lindungi, jadi jangan takut. Nanti ke
              perusahaan juga kami tidak langsung menegur, tapi sifatnya lebih kepada klarifikasi, biar dua
              pihak," ucapnya.

              Heru menyebut semua perusahaan di Kota Tegal pada tahun lalu patuh membayarkan THR.
              Namun  diakuinya  ada  satu  perusahaan  di  bidang  perhotelan  yang  mengajukan  keberatan
              membayarkan THR langsung satu kali.

              "Jadi  mintanya  dicicil.  Mereka  tunjukkan  laporan  keuangan  perusahaannya  seperti  apa,
              kemudian,  kami  sudah  fasilitasi  perusahaan  itu  untuk  dialog  dengan  karyawannya,  lalu  ada
              persetujuan  antara perusahaan  dan karyawan  bahwa  tidak  apa-apa  dicicil  sampai  Desember
              2020," ungkap Heru.

              Di Kota Tegal sendiri terdapat 42 perusahaan skala besar dan 554 perusahaan skala menengah.
              Sedangkan  perusahaan  skala  kecil  dan  mikro  jumlahnya  mencapai  ribuan.  Reporter:  Farid
              Firdaus Editor: Bernadetta Febriana.
                                                           393
   389   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399