Page 442 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 442

Besaran THR bisa berbeda, terutama jika pekerja belum memasuki 12 bulan kerja. Bagi Anda
              yang  sedang  menunggu  THR,  berikut  cara  menghitung  besaran  THR  sesuai  peraturan  yang
              berlaku, dirangkum dari berbagai sumber, Jumat(16/4/2021).

              Berdasarkan  Permenaker  6/2016,  yang  berhak  menerima  THR  dalam  sebuah  perusaahaan
              adalah  buruh  atau  tenagan  kerja  yang  telah  bekerja  selama  paling  sedikit  1  bulan  selama
              berturut-turut. THR diberikan kepada Pekerja Buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
              Pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu.

              Ketentuan ini ada dalam Pasal 3 ayat 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No. 6 tahun 2016.
              Ketentuan  ini  berbunyi  bahwa  yang  berhak  atas  THR  adalah:  -  Pekerja/Buruh  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 (dua belas) bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar
              1 (satu) bulan upah; - Pekerja/Buruh yang mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan secara terus
              menerus tetapi kurang dari 12 (dua belas) bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa
              kerja dengan perhitungan: masa kerja x 1 (satu) bulan upah : 12 Tunjangan Hari Raya atau THR
              adalah  pendapatan  non  upah  yang  wajib  dibayarkan  pengusaha  kepada  pekerja  atau
              keluarganya menjelang hari raya keagamaan di Indonesia. Hari raya keagamaan yang dimaksud
              adalah hari raya Idul Fitri bagi pekerja yang beragama Islam, hari raya Natal bagi pekerja yang
              beragama Kristen Katholik dan Protestan, hari raya Nyepi bagi pekerja beragama Hindu, hari
              raya Waisak bagi pekerja beragama Budha dan hari raya Imlek bagi pekerja yang beragama
              Konghucu.

              THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Pekerja/buruh
              yang  hubungan  kerjanya  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  dan  mengalami
              pemutusan hubungan kerja terhitung sejak 30 hari sebelum Hari Raya Keagamaan, berhak atas
              THR Keagamaan.

              Pekerja yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, berhak atas THR
              Keagamaan  pada  perusahaan  yang  baru,  apabila  dari  perusahaan  yang  lama  Pekerja  belum
              mendapatkan  THR  Keagamaan.  Selain  itu,  pengusaha  yang  terlambat  membayar  THR
              Keagamaan  kepada  Pekerjasebagaimana  akan  dikenai  denda  sebesar  5%  dari  total  THR
              Keagamaan  yang  harus  dibayar  sejak  berakhirnya  batas  waktu  kewajiban  Pengusaha  untuk
              membayar.

              Besaran THR yang wajib dibayarkan pengusaha kepada karyawannya adalah satu kali upah per
              bulan. Upah 1 bulan terdiri atas komponen upah: a. upah tanpa tunjangan yang merupakan
              upah bersih (clean wages); atau b. upah pokok termasuk tunjangan tetap.

              Bagi  Pekerja yang bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  lepas,  upah  1  bulan  dihitung
              sebagai berikut: a. Pekerja/Buruh yang telah mempunyai masa kerja 12(dua belas) bulan atau
              lebih,upah 1(satu)bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 (dua belas)
              bulan terakhir sebelum Hari Raya Keagamaan; b. Pekerja/Buruh yang mempunyai masa kerja
              kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 (satu) bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang
              diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Bagi pekerja yang memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun: Contoh kasus 1: Ali adalah seorang
              karyawan di perusahaan swasta. Ia sudah bekerja selama 1 setengah tahun. Gaji pokok yang
              didapatnya perbulan adalah Rp 3 Juta dengan tunjangan jabatan sebesar Rp 600 ribu. Cara
              menghitungnya adalah: 1x (3.000.000 + 600.000)= 3.600.000 Jadi THR yang berhak didapat Ali
              adalah sebesar Rp 3.6 juta.

              Contoh kasus 2: Bagi pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun: Lia adalah seorang
              karyawan di perusahaan swasta dengan masa kerja 5 bulan. Gaji pokoknya perbulan adalah Rp
              4 juta ditambah tunjangan transportasi sebesar Rp 400 ribu. Cara mengitung THR Lia adalah: 5

                                                           441
   437   438   439   440   441   442   443   444   445   446   447