Page 445 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 445

DI PERTEMUAN G20, RI BEBERKAN CARA ATASI TANTANGAN ERA DIGITALISASI

              Jakarta  -  Indonesia  dan  negara-negara  G20  berupaya  mencari  formulasi  tepat  agar
              ketenagakerjaan  mampu  mengimbangi  double-disruption  dari  perkembangan  digitalisasi  dan
              pandemi. Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi pun mengatakan Indonesia punya
              strategi dalam mengatasi tantangan era digitalisasi.

              Dalam pertemuan G20 Second Employment Working Group (EWG) yang dilakukan secara online,
              Kamis (15/4), Anwar mengatakan strategi yang dimiliki Pemerintah Indonesia melalui Kemnaker
              di antaranya mengurangi kesenjangan sosial antara usaha besar dan usaha kecil menengah.

              "UMKM perlu beralih ke dalam bentuk kewirausahaan berbasis inovasi Digital Fabrication/Talent
              Hub serta memprioritaskan masyarakat yang rentan seperti pengangguran, kelompok NEET (Not
              in  Employment  Education  Training),  penyandang  disabilitas,  pemuda  dan  wanita  yang
              membutuhkan  perlindungan  sosial  dan  insentif  lebih  banyak," kata  Anwar  dalam keterangan
              tertulis, Jumat (16/4/2021).
              Anwar  menjelaskan  pada  era  digital  saat  terdapat  peluang  bagi  pemerintah  dalam
              mengembangkan daya saing pekerja agar mampu berkarya dan menguasai dunia digital. Hal ini
              diperlukan karena perkembangan digitalisasi dan dampak pandemi COVID-19 telah menciptakan
              double-disruption terhadap ekosistem ketenagakerjaan.
              "Berbagai langkah-langkah diambil pemerintah dalam memanfaatkan peluang ini yang pertama,
              mengoptimalkan partisipasi pekerja dalam era digital; kedua, mengikutsertakan pekerja dalam
              program jaminan sosial publik untuk meningkatkan perlindungan mereka; ketiga, peningkatan
              kompetensi secara berkelanjutan," tuturnya.

              Anwar Sanusi menambahkan era digitalisasi juga berpengaruh terhadap situasi keselamatan dan
              kesehatan  kerja  (K3).  Sebab,  saat  ini  bidang  ketenagakerjaan  mengalami  perubahan  dalam
              kondisi  kerja,  jam  kerja,  serta  lingkungan  kerja  yang  dapat  menimbulkan  potensi  bahaya
              (hazard) baru bidang K3.

              "Dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif serta memberikan perlindungan
              ketenagakerjaan, pemerintah masih menyusun kebijakan publik yang sejalan dengan munculnya
              Future of Work melalui dialog sosial dengan melibatkan tripartit dalam membangun pasar kerja
              yang fleksibel dan menciptakan lapangan kerja berkualitas," ucapnya.

              Pada  pertemuan  ini,  Anwar  juga  menyampaikan  dukungan  Indonesia  terhadap  isu  yang
              dikemukakan  oleh  Presidensi  G20  Italia,  Carmelo  Barbarello,  mengenai  pola  kerja.  Anwar
              berharap  dari  pertemuan  kedua  G20  Employment  Working  Group  (EWG)  dapat  memberikan
              kontribusi yang konkrit terhadap pemulihan perekonomian melalui sektor ketenagakerjaan.

              "Saya mendukung Presidensi Italia atas inisiasinya dalam forum EWG II ini untuk membahas
              kontribusi  terhadap  implementasi  G20  Youth  Roadmap  2025  sebagaimana  yang  kita
              komitmenkan pada tahun 2020," imbuh Anwar.

              (fhs/ega)













                                                           444
   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449   450