Page 470 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 470
"Demi kemajuan organisasi, dengan pelantikan jabatan Pimpinan Tinggi Madya ini, maka seluruh
jajarannya segera dapat bekerja secara maksimal, bekerja keras, dan kerja cerdas, serta
menghilangkan ego-ego unitoral yang bakal menghambat kinerja Kemnaker secara
keseluruhan," kata Menaker, Ida Fauziyah, di Ruang Tri Dharma Kemnaker, Jakarta, Jumat
(16/4/2021).
Hal ini disampaikannya saat melantik 11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemnaker. Pelantikan
ini sesuai dengan Perpres Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan yang
memuat perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kelola Kemnaker (SOTK) yang baru Ke-11
pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik adalah Anwar Sanusi sebagai Sekretaris Jenderal;
Budi Hartawan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas;
Suhartono sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan
Kerja; dan Haiyani Rumondang sebagai Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan
Keselamatan Kerja (Binwasnaker & K3).
Kemudian Bambang Satrio Lelono sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan
Ketenagakerjaan; Aris Wahyudi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan ; Tri Retno
Isnaningsih sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional; dan Ruslan Irianto Simbono
sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga.
Tiga Pejabat Tinggi Madya lainnya yang dilantik adalah Indah Anggoro Putri sebagai Dirjen
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; Estiarty Haryani sebagai
Inspektur Jenderal (Irjen); dan Ismail Pakaya sebagai Staf Ahli bidang Sosial Politik dan
Kebijakan Publik.
"Saya tegaskan dan ingatkan, tidak ada visi/misi eselon 1. Yang ada adalah visi Presiden Joko
Widodo yang dijabarkan melalui kebijakan-kebijakan Menteri Ketenagakerjaan," ujar Ida.
Dengan perubahan organisasi dan jabatan Pimpinan Tinggi Madya yang saat ini sudah terisi,
Menaker berharap, mereka yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan melakukan
konsolidasi internal. Penataan organisasi hendaknya diikuti dengan penataan personel pelaksana
yang tepat, sehingga target-target program kerja yang sudah disusun di awal tahun dapat
dicapai.
Ida mengatakan dalam SOTK Kemnaker yang baru, ada beberapa perubahan nomenklatur,
penggabungan dan penghapusan struktur organisasi di level eselon I.
"Hal ini mengharuskan Kemnaker untuk mengukuhkan kembali pejabat-pejabat eselon I yang
saat ini sedang menjabat," katanya.
469

