Page 467 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 467

KEBIJAKAN MENAKER SOAL THR TAK SEPENUHNYA MEMUASKAN BURUH DI
              JATENG
              TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG  -  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah,
              mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Dalam SE ini tertuang kewajiban perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) 2021
              kepada pekerja atau buruh.

              Surat edaran pemberian THR ini ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

              Kalangan  buruh,  terutama  dari  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Provinsi  Jawa
              Tengah berpendapat SE tersebut jangan hanya jadi rule of the game (aturan permainan), tetapi
              landasan penegakan hukum atau law enforcement soal THR.
              "Harus tegas di semua perusahaan. Agar pembayaran THR sesuai dengan aturan yang ada yaitu
              wajib, penuh dan tepat waktu," kata Sekjen KSPI Jateng, Aulia Hakim, Jumat (16/4/2021).

              Dalam SE tersebut diatur THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.

              Namun, ia menilai SE tersebut berpotensi menjadi tameng bagi pengusaha untuk mengindari
              kewajibannya membayarkan THR secara tepat waktu.
              Karena SE adalah aturan perundang- undangan di negara ini yang bersifat tidak mengikat.

              Karena itu lah, sejak awal buruh dengan tegas meminta ketentuan THR mengacu pada Undang
              Undang Ketenagakerjaan tanpa perlu keluarnya SE.

              Pemerintah perlu mempertegas sanksi bagi pelanggar dengan menggunakan Undang Undang
              yang masih berlaku tentang THR.
              Kemudian, dalam SE itu juga tidak mengatur secara khusus keberadaan pihak yang mengawasi
              pembayaran THR oleh perusahaan di lapangan.

              "Satgas THR bisa terdiri dari 3 unsur, pemerintah, pekerja/buruh dan pengusaha. Peran Satgas
              THR ini harus proaktif dalam memeriksa dan menengahi kewajiban membayar THR," katanya.

              Satgas ini dibentuk untuk mengawasi perusahaan yang tidak mengikuti arahan berdasarkan SE
              THR. Jangan sampai ada perusahaan yang tidak lunas membayar THR hingga melewati akhir
              tahun.

              Satgas ini juga berfungsi sebagai pelayanan, konsultasi dan penegakan hukum agar pelaksanaan
              pembayaran THR 2021 dapat berjalan dengan baik dan efektif serta tercapai kesepakatan yang
              dapat memuaskan para pihak.

              "Kami  khawatir  tanpa  pengawasan  yang  melekat  dan  mediasi  aktif  pemerintah,  beleid
              pembayaran tunjangan hari raya keagamaan tahun ini akan sulit ditegakkan," tegasnya.

              Aulia  menyatakan  apabila  dengan  SE  THR  yang  sifatnya  tidak  mengikat,  maka  satgas  yang
              dibentuk bisa kurang optimal.

              SE tersebut juga bisa digunakan perusahaan yang masih mampu untuk tidak membayar THR
              secara utuh dengan alasan pandemi.

              Khusus  perusahaan  yang  terdampak  pandemi,  kata  dia,  harus  terlebih  dahulu  membuktikan
              ketidakmampuannya. Caranya, dengan membuka laporan keuangan internal secara transparan
              selama dua tahun terakhir ke pekerja atau buruh.
                                                           466
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472