Page 488 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 488

Monitoring dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor
              6 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan.
              Kepala  Seksi  Hubungan  Industrial  dan  Perselisihan  Disnakertrans  Kabupaten  Sumedang
              Bambang  Setiawan  mengatakan  monitoring  bakal  dilakukan  pada  pekan  depan  untuk
              mengetahui perusahaan mampu membayar atau tidak.

              Ia menambahkan, pemerintah harus mengetahui kondisi keuangan perusahaan sebelum H-7
              lebaran, sehingga nantinya bisa dikeluarkan solusi kepada perusahaan.

              "Kalau tidak sanggup biasanya perusahaan membuat kesepakatan dengan serikat pekerja. Tapi
              poin  terpenting  itu,  THR  harus  dibayar  sebelum  hari  raya,"  kata  Bambang  di  Kabupaten
              Sumedang, Jumat (16/4/2021).

              Bambang mengatakan, perusahaan yang saat ini nyaris bangkrut akibat pandemi covid-19 pun
              tidak terbebas dari kewajiban membayar THR selama tidak menunjukkan bukti dari pengadilan
              dan hasil audit internal.

              "Di  Sumedang  ada  903  perusahaan  dengan  rincian,  45  perusahaan  kategori  besar,  114
              perusahaan sedang, dan 744 merupakan perusahaan kecil," kata Bambang.

              Kementerian  Ketenagakerjaan  resmi  mengeluarkan  edaran  terkait  THR.  Melalui  edaran  itu,
              pemerintah mewajibkan pelaku usaha untuk membayar THR.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan  pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)
              Keagamaan  merupakan  kewajiban  yang  harus  dilaksanakan  oleh  pengusaha  kepada
              pekerja/buruh.

              Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.

              "Secara khusus, pada masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
              pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu.
              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Idaeminta  Gubernur  dan  Bupati/Wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan
              pengusaha  melakukan  dialog  dengan  pekerja/buruh  untuk  mencapai  kesepakatan  yang
              dilaksanakan secara kekeluargaan.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," tambahnya.













                                                           487
   483   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493