Page 490 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 490

negaranya, dalam hal ini pekerja yang tengah mendapat musibah PHK," kata LaNyalla di sela
              agenda reses, Jumat (16/4/2021).
              Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menilai perlu integrasi data antara BPJS dengan
              JKP agar program ini dapat berjalan tepat sasaran. "Karena program ini akan dilihat berdasarkan
              keikutsertaan pekerja pada BPJS, maka sebaiknya diitegrasikan datanya agar tepat sasaran,"
              ujar LaNyalla.

              Di sisi lain, mantan Ketua Umum PSSI itu meminta pemerintah menggencarkan sosialisasi kepada
              seluruh lapisan masyarakat agar hal ini dapat diketahui dengan luas. "Para penerima manfaat
              program  ini  juga  harus  aktif  mengakses  informasi.  Sehingga  nantinya  para  pekerja  yang
              merupakan JKP dapat berwirausaha atau melakukan kegiatan ekonomi lainnya," tutur alumnus
              Universitas Brawijaya Malang ini.

              Sebagaimana  diketahui,  program  JKP  merupakan  program  baru  yang  diatur  dalam  Undang-
              Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Program tersebut akan diatur dalam
              Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) sebagai aturan turunan.

              JKP ini akan menjadi tanggungan pemerintah membayarkan iuran ke BPJS Ketenagakerjaan.
              Nantinya peserta akan mendapatkan manfaat selama 6 bulan jika terkena PHK. Besaran manfaat
              yang akan diterima sebesar 45 persen dari upah selama 3 bulan, dan 25 persen pada bulan
              berikutnya.

              Untuk implementasi JKP tersebut, pemerintah telah mengalokasikan modal awal sebesar Rp6
              triliun di APBN 2021 ini. [but].













































                                                           489
   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495