Page 499 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 499
Judul DPRD Ancam Gugat Pemprov
Nama Media Riau Post
Newstrend BLK di Riau
Halaman/URL Pg16&15
Jurnalis kom
Tanggal 2021-04-16 12:03:00
Ukuran 143x156mmk
Warna Warna
AD Value Rp 57.200.000
News Value Rp 286.000.000
Kategori Ditjen Binalattas
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Makmun Solihin (Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD
Riau) Kita punya perda pengelolaan aset daerah yakni Perda 25/2018, juga mengacu pada
Permendagri No. 19/2016. Dalam pasal 83 dan seterusnya terkait dengan pengalihan aset. Aset
di atas Rp5 miliar harus dengan persetujuan DPRD Riau. Untuk mengetahui aset bernilai Rp5 M
atau di bawahnya tentu harus ada apraisalnya dulu. Nah kok ini tiba-tiba prosesnya sudah
selesai. Tanpa kita diberi tahu apa-apa
negative - Makmun Solihin (Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD
Riau) Saya sebagai Ketua Bapemperda sangat tersinggung. Saya sudah sampaikan kepada
kepala dinasnya. Kalau prosesnya ini menyalahi dan mengangkangi perda. Saya sebagai Ketua
Bapemperda akan menggugat sebagai ke PTUN
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Kita ingin BLK ini bertaraf in-ternasioal.
Sehingga tenaga kerja yang kita didik bisa bersaing dengan negara lain
Ringkasan
KEPUTUSAN sepihak yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait penyerahan Balai
Latihan Kerja (BLK) membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau meradang.
Pasalnya, aset yang diserahkan Gubri Syamsuar ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker)
baru-baru ini tanpa persetujuan DPRD. Atas persoalan itu, dewan berencana melakukan gugatan
ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
DPRD ANCAM GUGAT PEMPROV
KEPUTUSAN sepihak yang diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait penyerahan Balai
Latihan Kerja (BLK) membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau meradang.
Pasalnya, aset yang diserahkan Gubri Syamsuar ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker)
baru-baru ini tanpa persetujuan DPRD. Atas persoalan itu, dewan berencana melakukan gugatan
ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
498

