Page 535 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 535

Food  Indonesia  di  depan  gerai  KFC  Gelael,  MT  Haryono,  Jakarta,  pada  Senin  (12/4/2021).
              Sebelumnya, manajemen juga pernah dilaporkan oleh SPBI pada pertengahan tahun lalu ke
              Disnaker Provinsi Jawa Timur sehubungan dengan kebijakan penyesuaian upah.

              Direktur Fast Food Indonesia, Dalimin Juwono mengatakan KFC dan SPBI telah melewati banyak
              forum mediasi atau tripartit dengan SPBI di Kantor Dinas Tenaga Kerja, baik Dinas Kota Surabaya
              maupun Dinas Provinsi Jawa Timur dan sampai saat ini pihaknya masih tetap sesuai dengan
              koridor ketentuan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.

              Dia  menyebut,  manajemen  perusahaan  telah  mengadakan  kesepakatan  untuk  perbaikan-
              perbaikan di tahun 2021 dengan SPFFI (Serikat Pekerja Fast Food Indonesia) sejak Januari 2021
              dan mencapai puncak kesepakatan pada 29 Maret 2021.

              "Kiranya hasil dari kesepakatan-kesepakatan tersebut tidak diketahui secara utuh oleh SPBI dan
              karenanya  dalam  aksi  demonstrasi  12  April  2021,  perwakilan  perusahaan  telah  memberikan
              arahan  kepada  SPBI  untuk  dapat  berkoordinasi  dengan  SPFFI  atas  hasil  kesepakatan-
              kesepakatan perbaikan kebijakan di tahun 2021," ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI,
              Jumat (16/4/2021).

              Dalimin menambahkan, perusahaan tidak memiliki persoalan dengan serikat pekerja Perseroan
              dan menyebut menjalankan hubungan industrial yang baik dengan selalu membuka dan hadir
              dalam forum dialog baik bipartit maupun dalam forum mediasi atau tripartit dengan SPFFI yang
              berhak mewakili seluruh pekerja karena memiliki keterwakilan lebih dari 9.000 anggota.

              Terkait rencana dan jadwal untuk melunasi kewajiban kepada karyawan, Dalimin menuturkan,
              pihaknya dengan SPFFI telah sepakat dan berencana untuk melunasi kewajiban.

              "Seiring dengan harapan Perseroan akan naiknya tren pendapatan Perseroan setelah mencapai
              suatu target pendapatan tertentu yang disepakati dengan SPFFI," tuturnya.

              Mengenai  nilai  beban  gaji,  tunjangan,  upah  dan  THR  yang  belum  dibayarkan  sampai  31
              Desember 2020, hal tersebut akan disajikan dalam Laporan Keuangan per 31 Desember 2020
              pada akhir April 2021. "Nilai ini akan terus menurun sejalan dengan pembayaran, namun THR
              2020 sudah terbayarkan pada tahun 2020 juga," kata dia.

              Dia mengatakan, nilai beban gaji dan tunjangan yang belum terbayarkan sampai dengan 31
              Desember 2021 akan terus menurun dan akan  terlihat serta disajikan oleh Perseroan dalam
              Laporan Keuangan 31 Desember 2021 pada akhir Maret 2022.

              "Sangat  besar  kemungkinan  bahwa  nilai  ini  sudah  terselesaikan.  Untuk  THR  2021  akan
              dibayarkan  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  ketenagakerjaan  dan  Surat  Edaran  Menteri
              Tenaga Kerja tentang THR 2021 yaitu tujuh hari sebelum Hari Raya," ucapnya.

              (nng).


















                                                           534
   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539   540