Page 533 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 533

Lantas siapa saja yang berhak menerima tunjangan hari raya atau THR ini? Dalam Permenaker
              No 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan,
              disebutkan ada beberapa kriteria yang berhak menerima THR ini.

              Dalam  pasal  2  dijelaskan,  pengusaha  diwajibkan  untuk  memberi  THR  Keagamaan  kepada
              pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus.

              Peraturan ini tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap, karyawan
              kontrak atau karyawan paruh waktu Selain itu, dalam pasal 7 disebutkan bahwa pekerja /buruh
              yang  mengalami  PHK  terhitung  sejak  H-30  hari  sebelum  hari  raya  keagamaan  juga  berhak
              menerima THR.

              Pasal 8 juga disebutkan bahwa pekerja buruh yang dipindahke ke perusahaan lain dengan masa
              kerja berlanjut, juga berhak atas THR pada perusahaan yang baru apabila dari perusahaan yang
              lama belum mendapatkan THR.

              Perhitungan  Besaran  THR  Dalam  SE  tersebut,  ketentuan  besaran  THR  Keagamaan  yang
              diberikan  yakni:  -  Bagi  pekerja  -buruh  yang  mempunyai  masa  kerja  12  bulan  secara  terus
              menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.

              - Bagi pekerja atau butuh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus
              tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: (Masa
              kerja : 12) x 1 bulan upah - Bagi pekerja / buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja
              harian, upah 1 bulan dihitung sebagai berikut: a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa
              kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam
              12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              b. Pekerja/buruh yang telah mmpunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Ketentuan Bagi Perusahaan yang Tidak Mampu Membayar THR Bagi perusahaan yang masih
              terdampak pandemi Covid-19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun
              2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  dalam  peraturan  perundang-undangan,  Gubernur  dan
              Bupati/Walikota diminta untuk mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

              1. Memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja /buruh
              untuk mencapai kesepatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan syarat paling lambar dibayar sampai sebelum hari raya keagamaan tahun 2021 pekerja
              /buruh yang bersangkutan.

              2.  Meminta  perusahaan  agar  dapat  membuktikan  ketidakmampuan  untuk  membayar  THR
              Keagamaan  tahun  2021  secara  tepat  waktu  kepada  pekerja  /buruh,  berdasarkan  laporan
              keuangan internal perusahaan yang transparan.

              3.  Memastikan  kesepakatan  mengenai  pembayarann  THR  Keagamaan,  tidak  menghilangkan
              kewajibkan pengusaha untuk membayar THR Keagamaan tahun 2021 kepada pekerja /buruh
              dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              4. Meminta perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja/buruh, melaporkan hasil
              kesepakatan  tersebut  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.




                                                           532
   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538