Page 528 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 528

Pelaporan tersebut sehubungan dengan kebijakan penyesuaian upah di perusahaan yang sudah
              melalui tahapan hubungan industrial, yakni berupa dialog dan bipartit dengan Serikat Pekerja
              Fast Food Indonesia (SPFFI).

              "Perseroan dan SPBI telah melewati banyak forum mediasi atau tripartit dengan SPBI di Kantor
              Dinas Tenaga Kerja, baik Dinas Kota Surabaya maupun Dinas Provinsi Jawa Timur," kata Dalimin
              dikutip detikcom, Jumat (16/4/2021).

              Pihak  perusahaan  mengklaim  hingga  saat  ini  masih  tetap  sesuai  dengan  koridor  ketentuan
              peraturan  ketenagakerjaan  yang  berlaku.  Mereka  telah  mengadakan  kesepakatan  untuk
              perbaikan-perbaikan  di  2021  dengan  SPFFI  sejak  Januari  2021,  dan  mencapai  puncak
              kesepakatan pada 29 Maret 2021.

              "Kiranya hasil dari kesepakatan-kesepakatan tersebut tidak diketahui secara utuh oleh SPBI dan
              karenanya  dalam  aksi  demonstrasi  pada  12  April  2021  tersebut,  perwakilan  Perseroan  telah
              memberikan  arahan  kepada  SPBI  untuk  dapat  berkoordinasi  dengan  SPFFI  atas  hasil
              kesepakatan-kesepakatan perbaikan kebijakan di tahun 2021," papar perusahaan.

              Setelah melewati rangkaian dialog hingga mencapai kesepakatan, pihaknya menyebut bahwa
              KFC Indonesia sebenarnya tidak memiliki persoalan dengan serikat pekerja.

              Perusahaan meyakini telah menjalankan hubungan industrial yang baik dengan selalu membuka
              dan hadir dalam forum dialog, baik bipartit maupun dalam forum mediasi atau tripartit dengan
              SPFFI yang berhak mewakili seluruh pekerja karena memiliki keterwakilan pekerja lebih dari
              9.000 anggota.

              "Maupun dengan serikat-serikat pekerja lainnya yang ada di Perseroan termasuk SPBI," ujar KFC
              Indonesia.

              Terkait dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan, perusahaan menyatakan telah diperiksa
              dan dapat diberikan toleransi berdasarkan gelar perkara atas laporan SPBI di Dinas Tenaga Kerja
              dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Timur.  Hal  itu  sebagaimana  dinyatakan  dalam  Surat  No.
              560/1461/108.5/2020  tanggal  13  Juli  2020  sebagai  berikut:  "Hasil  dari  gelar  perkara  bahwa
              permasalahan  tersebut  bukan  ranah  pengawasan  ketenagakerjaan,  dipersilahkan  untuk
              diselesaikan dengan mekanisme UU No. 2 Tahun 2004," jelasnya.
              Kemudian terdapat pula pendapat Korwas PPNS Polda Jawa Timur di dalam Gelar Perkara yang
              menyatakan: "Pembayaran upah di bawah UMK yang terjadi sejak bulan April 2020 sudah ada
              dasar  hukum  berupa  Perpres  No.  12  Tahun  2020  tentang  Penetapan  Bencana  Non  Alam
              Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sebagai bencana Nasional dan Surat Edaran
              Menteri  Ketenagakerjaan  No.M/3/HK.04/II1/2020  Tentang  Perlindungan  Pekerja/Buruh  dan
              Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, serta adanya
              PB No. 035/P/LCA-KFC/IV/2020 tanggal 17 April 2020 tentang pemotongan Upah selama COVID-
              19,  dapat  di  toleransi  walaupun  secara  norma  UU  No.13  tahun  2003  melanggar  hukum,"
              demikian penjelasan perusahaan.















                                                           527
   523   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533