Page 524 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 524
Sejauh ini, Antony mengaku FAST sudah merealisasikan tuntutan terkait upah dan jam kerja
normal per 1 April 2021. Namun, ia merasa FAST tak sekonyong-konyong dalam mengabulkan
tuntutan tersebut. Antony menuding FAST sengaja memberlakukan tes PCR kepada peserta aksi
untuk alasan kesehatan.
"Ada tindakan balasan KFC kepada peserta aksi. Yaitu harus tes PCR, selain PCR ditolak. Padahal
jika alasan kesehatan dan preventif bisa dulu Tes Swab Antigen dan ketika reaktif positif baru
PCR, dan (kalau) negatif tidak perlu PCR," ujar Antony saat dihubungi "Ini membuktikan agar
pekerja tidak bisa PCR karena mahal harga tesnya," ia menambahkan.
Di sisi lain, Antony menyoroti perlakuan yang berbeda dari manajemen FAST terhadap aksi SPBI
dibandingkan aksi yang digelar Serikat Pekerja Fast Food Indonesia (SPFFI). Aksi SPFFI yang
digelar 29 Maret 2021 lalu tidak diberlakukan tes PCR.
Memang, pihak manajemen sempat menampik adanya keberadaan SPBI, lantaran sudah
memiliki SPFFI. Namun begitu, Antony menegaskan SPBI juga merupakan bagian dari KFC
(FAST) karena didirikan oleh pekerja KFC yang masih aktif bekerja di beberapa store hingga saat
ini.
"Jadi SPBI KFC secara Undang-Undang Serikat buruh/serikat pekerja resmi sebagai SP dari KFC
Indonesia. Sudah tercatat di disnaker kota Surabaya," pungkas dia.
Saat dikonfirmasi mengenai ada protes dari karyawan, Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk
Justinus Dalimin Juwono belum membalas pesan singkat lewat aplikasi percakapan dan telepon
yang dilayangkan.
523

