Page 519 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 519

BANYAK PERUSAHAAN TAK MAMPU BAYAR THR

              Akibat  Pendemi  Covid-19,  Kamar  Dagang  dan  Industri  Indonesia  (Kadin)  Kota  Tangsel
              memprediksi sejumlah perusahaan tidak akan bisa membayar tunjangan hari raya (THR) secara
              penuh. Hal itu terjadi karena sebagian besar perusahaan bergerak di bidang jasa dan tidak bisa
              beroperasi maksimal selama pandemi Covid-19.

              Wakil  Ketua  Bidang  Hukum  dan  Perpajakan  Kadin  Kota  Tangsel  Arsa  Wardana  mengatakan,
              selain tidak bisa membayar penuh ada juga perusahaan yang diperkirakan tidak bisa membayar
              THR.

              Mungkin tidak akan penuh, ada pengurangan dan kita juga harus maklum," ujarnya kepada
              wartawan, Kamis (14/4).

              Arsa menambahkan, Kadin mengimbau perusahaan yang masih berjalan dengan baik di tengah
              pandemi Covid-19 agar mengupayakan pembayaran THR secara maksimal. Tapi, ia tidak dapat
              mendesak  supaya  perusahaan  untuk  membayarkan  THR  kepada  karyawan  secara  langsung
              tanpa dicicil.

              "Pasti  ada  THR  dan  kami  minta  kawan-kawan  yang  masih  beroperasi  dengan  baik,  wajib
              memberikan THR satu bulan gaji, paling minim banget dua pertiga lah," tambahnya.

              Masih  menurutnya,  berdasarkan  data  sementara  yang  dimiliki  Kadin,  terdapat  80  persen
              perusahaan yang paling terdampak pandemi Covid- 19 sampai mengalami kerugian.
              Selain  itu,  hanya  20  persen  perusahaan  yang  saat  ini  masih  berjalan  dengan  baik  dan
              diperkirakan mampu membayarkan THR untuk pekerjanya.

              "Di Kota Tangsel perusahaan banyak bergerak di bidang jasa, di mana hampir 80 persen terkena
              dampak Covid-19," ungkapnya.

              Ia  mencontohkan  di  pergudangam  Taman  Tekno.  Operasional  pergudangan  dengan  kondisi
              pasca-Covid-19 banyak yang tidak maksimal. "Itu data kami sementara se perti itu," tutupnya.

              THR Tak Boleh Dicicil

              Tunjangan hari raya (THR) wajib dibayar tunai. Tak boleh dicicil. Hal tersebut berdasarkan surat
              edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

              Surat edaran ter sebut ditandatangani pada 12 April, ditujukan kepada para gubernur di seluruh
              Indonesia.

              Bunyinya,  pemberian  THR  keagamaan  merupakan  kewajiban  yang  harus  dilaksanakan  oleh
              pengusaha kepada buruh.
              Di mana pemberian THR merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya
              dalam merayakan hari raya keagamaan. Tujuannya pemberian THR dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

              Adapun, rujukan payung hukum surat edaran yakni, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun
              2021  tentang  Pe  ngupahan  dan  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016
              tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi  Pekerja/Buruh  di  Perusahaan.  Di  mana
              perusahaan membayar tunjangan paling lama 7 hari sebelum Lebaran.





                                                           518
   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524