Page 433 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 433

Sebagian  besar  anak-anak  mengaku  Covid-19  dan  lockdown  menimbulkan  dampak  negatif
              terhadap ekonomi keluarga. Orang tua mereka kehilangan pendapatan, mulai dari hilangnya
              pelanggan hingga sulitnya akses transportasi. Ironisnya, mereka tetap bekerja, sekalipun situasi
              keuangan keluarga sudah membaik.

              "Saya mulai bekerja karena kondisinya sangat buruk. Kami kelaparan," ujar gadis berusia 13
              tahun,  kepada  tim  surveyor  ISER.  Di  Ghana  dan  Uganda,  pekerja  anak  yang  bekerja  di
              penambangan emas mengemban tugas yang berat, mulai dari memalu bijih besi, mengangkut
              bijih besi, dan menghilangkan merkuri.

              Di  tempat  kerja,  tak  sedikit  anak-anak  yang  mengalami  kecelakaan  kerja  atau  penurunan
              kesehatan  akibat  menghirup  debu  partikel  atau  benda  tajam.  Pekerja  anak  juga  ada  yang
              menggambarkan bekerja seharian untuk membersihkan ladang menggunakan alat mirip celurit
              dan mengangkut beban yang berat.

              Lebih dari 1/3 pekerja anak bekerja sedikitnya selama 10 jam sehari. Mereka dibayar per hari
              sehingga ketika absen tidak akan diberi upah. Pekerja anak di Nepal mengaku bekerja 14 jam
              sehari di pabrik karpet. Beberapa dari mereka mengaku majikannya terkadang menahan upah
              atau membayarnya tidak sesuai.

              Di  Ghana,  seorang  anak  berusia  12  tahun  mengaku  bekerja  11  jam  sehari  dengan  tugas
              mengangkut ikan ke pasar. Dia hanya dibayar 2 cedi (Rp4.000) per hari. Dia melakukan itu
              semua hanya demi sesuap nasi. Sebagian besar pekerja anak di Ghana terpaksa bekerja di usia
              dini akibat putus sekolah atau ayah meninggal.

              Ghana,  Uganda,  dan  Nepal  merupakan  negara  yang  mengalami  kemajuan  signifikan  dalam
              mengurangi kemiskinan dan pekerja anak sejak tahun 2000. Ketiga negara itu juga berkomitmen
              mempercepat penghapusan pekerja anak pada 2025. muhshamil









































                                                           432
   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438