Page 436 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 436

Kehilangan Pijakan

              "Kita  telah  kehilangan  pijakan  dalam  perjuangan  untuk  mengakhiri  pekerja  anak.  Sekarang,
              memasuki tahun kedua karantina (lockdown) global, penutupan sekolah, gangguan ekonomi,
              dan anggaran nasional yang menyusut, banyak keluarga dipaksa untuk membuat pilihan yang
              memilukan," ujar Direktur Eksekutif Unicef Henrietta Fore kepada wartawan, yang dikutip AFP.

              Dia menekankan, krisis Covid-19 telah membuat situasi yang buruk menjadi lebih buruk. Laporan
              juga  menyebutkan,  apabila  proyeksi  terbaru  dari  peningkatan  kemiskinan  karena  pandemi
              terwujud maka ada 9 juta anak lain yang bakal menjadi pekerja pada akhir 2022.

              Tetapi pemodelan statistik menunjukkan, jumlahnya berpotensi lima kali. lebih tinggi. Demikian
              disampaikan ahli statistik Unicef, Claudia Cappa yang ikut menulis laporan tersebut.

              "Jika cakupan perlindungan sosial turun dari tingkat saat ini, sebagai akibat dari langkah-langkah
              penghematan dan faktor lainnya maka jumlah anak yang menjadi pekerja bisa naik (bertambah)
              46 juta pada akhir tahun depan," katanya kepada AFP.

              Laporan, yang diterbitkan setiap empat tahun itu menunjukkan, bahwa anak-anak berusia antara
              lima dan 11 tahun menyumbang lebih dari setengah dari angka global.

              Pekerjaan Berbahaya

              Selain itu, isi laporan juga memperlihatkan bahwa kelompok anak laki-laki secara signifikan lebih
              mungkin terkena dampak. Tercatat sebanyak 97 dari 160 juta yang harus bekerja keras sebagai
              pekerja anak pada awal 2020. Namun, kesenjangan gender ini menyempit setengahnya ketika
              pekerjaan rumah tangga yang dilakukan setidaknya selama 21 jam per minggu ikut dihitung.

              Mungkin, khususnya yang mengkhawatirkan, adalah peningkatan signifikan yang terlihat pada
              anak-anak antara usia 5 tahun dan 17 tahun yang harus melakukan pekerjaan berbahaya, yang
              dianggap memengaruhi perkembangan, pendidikan, atau kesehatan anak.

              Hal  tersebut  bisa  termasuk  bekerja  keras  di  industri  berbahaya,  seperti  pertambangan  atau
              menggunakan mesin berat, dan bekerja lebih dari 43 jam seminggu yang membuat anak-anak
              itu hampir tidak mungkin lagi untuk bersekolah, (alip/pya)































                                                           435
   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440   441