Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 20

PEMERINTAH TEGASKAN PEKERJA KONTRAK & OUTSOURCING BERHAK MENERIMA
              THR
              Kementerian Ketenagakerjaan memastikan seluruh pekerja berhak mendapatkan tunjangan hari
              raya  keagamaan.  THR  juga  menjadi  hak  bagi  pekerja  berstatus  outsourcing  dan  kontrak
              Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan
              Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker Indah Anggoro Putri. Ia mengatakan,
              pembayaran  THR  Keagamaan  diatur  dalam  SE  No.  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan
              Pemberian THR Keagamaan 2021.

              "THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
              hari raya keagamaan," kata Putri dalam keterangan resminya, Minggu (25/4). Putri menjelaskan,
              ada tiga jenis pekerja/buruh yang berhak memperoleh THR Keagamaan.

              Pertama,  pekerja/buruh  berdasarkan  PKWT  (Perjanjian  Kerja  Waktu  Tertentu)  atau  PKWTT
              (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau
              lebih. Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung
              sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Ketiga, pekerja/buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila
              dari perusahaan lama belum mendapatkan THR.
              "THR wajib dibayar penuh dan tepat waktu. Dalam pembayaran THR tidak ada perbedaan status
              kerja. Para pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan
              atau lebih dan masih memiliki hubungan kerja pada saat hari keagamaan berlangsung, berhak
              mendapatkan THR," ujar Putri.

              Ketentuan besaran THR adalah satu bulan bulan upah untuk pekerja/buruh yang mempunyai
              masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, sedangkan pekerja/buruh dengan masa
              kerja kurang dari 12 bulan, berhak mendapat THR yang dihitung secara proporsional sesuai masa
              kerjanya.

              Penghitungan upah sebulan yakni upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean
              wages) atau upah pokok termasuk tunjangan tetap. Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan
              tunjangan tidak tetap, maka perhitungan THR dihitung berdasarkan upah pokok.
              "Dari  perhitungan  upah  tersebut,  tidak  menutup  kemungkinan  perusahaan  juga  dapat
              memberikan THR yang nilainya lebih besar dari peraturan perundang-undangan. Hal tersebut
              terlebih dahulu ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja
              bersama atau kebiasaan yang selama ini memang telah dilakukan oleh perusahaan," katanya.

              Pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, menurut dia, upah satu bulan
              dihitung melalui dua ketentuan. Perhitungannya, memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih (rata-
              rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya) dan masa kerja kurang dari
              12 bulan (rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja).

              Pemerintah  berharap  pembayaran  THR  dapat  mendongkrak  ekonomi.  Menteri  Koordinator
              Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan THR PNS dan swasta mencapai Rp 150
              triliun pada tahun ini. Besaran THR tersebut mampu mengungkit 1% perekonomian Indonesia.
              Survei Snapcart tentang rencana penggunaan THR pada tahun lalu menunjukkan bahwa 60%
              responden menyatakan akan menggunakan THR untuk berbelanja. Responden yang memilih
              berbelanja  melalui  e-commerce  sebanyak  91%.  Sementara  itu,  responden  yang  memilih
              berbelanja di toko offline 56%, toko online dengan merk resmi 19%, Instagram 17%, Facebook
              6%, dan Whatsapp/BBM 4%.


                                                           19
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25