Page 16 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 16

“Prinsipnya  pemerintah  memiliki  komitmen  kuat  untuk  meningkatkan  kualitas  perlindungan
              pekerja migran Indonesia dan salah satu caranya adalah dengan meningkatkan keahlian pekerja
              migran dan penerapan regulasi yang baik“ ujarnya.

              Lebih  lanjut  Ida  menjelaskan,  peraturan  ini  terdiri  dari  tujuh  Bab.  Bab  I  memuat  tentang
              Ketentuan Umum dan Bab II mengatur tentang pelindungan PMI. “Pelindungan PMI ini adalah
              isu sentralnya. Sehingga dalam pelaksanaanya, PP ini mengatur mengenai pelindungan sebelum
              PMI  berangkat  bekerja,  selama  bekerja  di  negara  penempatan,  hingga  setelah  bekerja,”
              terangnya.

              Baca juga: Indonesia Kejar Target Kirim Pekerja Migran ke Jepang, Masih Kalah dari Vietnam

              Selanjutnya, pada Bab III diatur tentang Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) penempatan dan
              pelindungan PMI. Pembentukan LTSA dilakukan untuk meningkatkan pelayanan yang efektif,
              efisien, transparan, cepat, dan berkualitas tanpa diskriminasi.

              LTSA ini akan mengoordinasikan dan mengintegrasikan delapan layanan instansi/lembaga dalam
              bentuk desk. Kedelapan layanan tersebut terdiri atas desk ketenagakerjaan; desk pengaduan
              dan informasi; desk kependudukan dan pencatatan sipil; desk kesehatan; desk keimigrasian;
              desk kepolisian; desk perbankan; dan desk jaminan sosial.

              Selanjutnya, Bab IV yang mencakup tentang pembagian tugas dan tanggung jawab secara tegas
              antara  pemerintah  pusat  dan  pemerintah  daerah  dalam  memberikan  perlindungan  terhadap
              pekerja migran Indonesia dan keluarganya secara terintegrasi dan terkoordinasi. “Bahkan dalam
              PP  ini,  pemerintah  desa  juga  dilibatkan  dalam  proses  migrasi.  Karena  perbaikan  tata  kelola
              migrasi ini benar-benar membutuhkan komitmen seluruh pihak, termasuk elemen pemerintahan
              terkecil di desa,” ujar Menaker.

              Sementara  pada  Bab  V  diatur  mengenai  Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (P3MI)  dan  Bab  VI  tentang  pembinaan  dan  pengawasan.  “Dalam  menjalankan  pembinaan,
              menteri,  gubernur,  dan  bupati/wali  kota  melaksanakan  fungsi  tersebut  secara  terpadu  dan
              terkoordinasi.  Untuk  fungsi  pengawasan,  menteri,  gubernur,  dan  bupati/wali  kota  dapat
              mengikutsertakan masyarakat,” tutur Ida.

              Adapun Bab VII sebagai bab terakhir, mengatur ketentuan penutup. Dalam bab ini, beberapa
              aturan sebelumnya yaitu PP Nomor 3 Tahun 2013, PP Nomor 5 Tahun 2013, PP Nomor 4 Tahun
              2015, dan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2011 dinyatakan tidak berlaku lagi.




























                                                           15
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21