Page 11 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 11
Judul Jangan Lupa Siapin THR untuk Pegawai Kontrak dan Outsourcing Ya,
Bos!
Nama Media detik.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5546217/jangan-lupa-
siapin-thr-untuk-pegawai-kontrak-dan-outsourcing-ya-bos
Jurnalis Anisa Indraini
Tanggal 2021-04-26 07:41:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pekerja dengan status outsourcing (alih daya), kontrak (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/PKWT),
hingga pekerja tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu/PKWTT) berhak menerima
Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran. Para bos jangan lupa siapin, ya. Pembayaran THR Lebaran
itu sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR
Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pada prinsipnya, aturan itu
mewajibkan pengusaha memberi THR secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7
Lebaran.
JANGAN LUPA SIAPIN THR UNTUK PEGAWAI KONTRAK DAN OUTSOURCING YA,
BOS!
Pekerja dengan status outsourcing (alih daya), kontrak (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu/PKWT),
hingga pekerja tetap (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu/PKWTT) berhak menerima
Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran. Para bos jangan lupa siapin, ya.
Pembayaran THR Lebaran itu sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang
Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Pada
prinsipnya, aturan itu mewajibkan pengusaha memberi THR secara penuh kepada
pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.
"THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
hari raya keagamaan," kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri dalam keterangan tertulis dikutip
detikcom, Minggu (25/4/2021).
Putri menjelaskan ada tiga jenis pekerja/buruh yang berhak memperoleh THR Lebaran. Pertama,
pekerja/buruh berdasarkan PKWT atau PKWTT yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus
atau lebih. Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha
terhitung sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan. Ketiga, pekerja/buruh yang dipindahkan
10

