Page 6 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 6

Pertama, pekerja atau buruh berdasarkan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau PKWTT
              (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau
              lebih. Kedua, pekerja atau buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha
              terhitung sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Kemudian ketiga, pekerja atau buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja
              berlanjut, apabila dari perusahaan lama belum mendapatkan THR. "THR wajib dibayar penuh
              dan tepat waktu. Dalam pembayaran THR tidak ada perbedaan status kerja.

              Pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan atau lebih
              dan  masih  memiliki  hubungan  kerja  pada  saat  hari  keagamaan  berlangsung,  maka  berhak
              mendapatkan THR juga," tegas Putri.

              Bagaimana  dengan  hitungannya?    Berdasarkan peraturan  THR  Keagamaan,  ketentuan  besar
              THR yang diterima adalah 1 bulan upah untuk pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja
              12 bulan secara terus menerus atau lebih.
              Adapun bagi pekerja buruh yang masa kerjanya 1 bulan secara terus menerus sampai dengan
              kurang dari 12 bulan, berhak mendapat THR yang dihitung secara proporsional sesuai masa
              kerjanya.

              Penghitungan upah sebulan yakni upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih (clean
              wages), atau upah pokok termasuk tunjangan tetap. Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan
              tunjangan tidak tetap maka perhitungan THR dihitung berdasarkan upah pokok.

              "Dari  perhitungan  upah  tersebut,  tidak  menutup  kemungkinan  perusahaan  juga  dapat
              memberikan THR yang nilainya lebih besar dari peraturan perundang-undangan, di mana hal
              tersebut  terlebih  dahulu  ditetapkan  dalam  perjanjian  kerja,  peraturan  perusahaan  atau
              perjanjian  kerja  bersama  atau  kebiasaan  yang  selama  ini  memang  telah  dilakukan  oleh
              perusahaan," tambah Putri.
              Sementara  pekerja  atau  buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian,  upah  satu
              bulan dihitung melalui dua ketentuan.

              Yakni memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih (rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan
              terakhir sebelum hari raya) dan masa kerja kurang dari 12 bulan (rata-rata upah yang diterima
              tiap bulan selama masa kerja).

              Dengan  demikian  bila  kamu  karyawan  dengan  status  outsourcing  atau  pun  masih  karyawan
              kontrak, kamu tetap berhak mendapatkan THR Lebaran.

























                                                            5
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11