Page 9 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 9
Judul Pekerja Kontrak dan Outsourcing Tetap Berhak Terima Tunjangan Hari
Raya dan PENUH
Nama Media jabar.tribunnews.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://jabar.tribunnews.com/2021/04/26/pekerja-kontrak-dan-
outsourcing-tetap-berhak-terima-tunjangan-hari-raya-dan-penuh
Jurnalis Ravianto
Tanggal 2021-04-26 07:44:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa pekerja kontrak dan pekerja
outsourching tetap berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Dirjen Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah
Anggoro Putri memastikan pekerja dengan status outsourcing (alih daya), kontrak, ataupun
pekerja tetap (PKWT dan PKWTT) berhak menerima THR Keagamaan.
PEKERJA KONTRAK DAN OUTSOURCING TETAP BERHAK TERIMA TUNJANGAN HARI
RAYA DAN PENUH
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -- Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa pekerja kontrak dan pekerja outsourching
tetap berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos)
Kemnaker Indah Anggoro Putri memastikan pekerja dengan status outsourcing (alih daya),
kontrak, ataupun pekerja tetap (PKWT dan PKWTT) berhak menerima THR Keagamaan.
Pembayaran THR Keagamaan ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang
Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh
di Perusahaan.
Putri berujar pada prinsipnya peraturan tersebut mewajibkan pengusaha untuk memberi THR
Keagamaan secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.
"THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
hari raya keagamaan, " kata Dirjen Putri dalam keterangannya Minggu (25/4/2021).
Dijelaskan Dirjen Putri, ada tiga jenis pekerja/buruh yang berhak memperoleh THR Keagamaan.
8

