Page 7 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 7
Judul Apakah Tenaga Kontrak Berhak dapat THR? Bagaimana
Perhitungannya?
Nama Media jambi.tribunnews.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://jambi.tribunnews.com/2021/04/26/apakah-tenaga-kontrak-
berhak-dapat-thr-bagaimana-perhitungannya
Jurnalis Suci Rahayu PK
Tanggal 2021-04-26 07:44:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos)
Kemnaker Indah Anggoro Putri menegaskan pekerja dengan status outsourcing (alih daya),
karyawan kontrak, ataupun pekerja tetap (PKWT dan PKWTT) berhak menerima Tunjangan Hari
Raya (THR) Keagamaan. Pembayaran THR Keagamaan ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor
M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
Tahun 2021 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan, pada prinsipnya mewajibkan pengusaha
untuk memberi THR Keagamaan secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.
APAKAH TENAGA KONTRAK BERHAK DAPAT THR? BAGAIMANA PERHITUNGANNYA?
TRIBUNJAMBI.COM - Bagaimana penghitungan THR bagi karyawan kontrak? Dirjen Pembinaan
Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah
Anggoro Putri menegaskan pekerja dengan status outsourcing (alih daya), karyawan kontrak,
ataupun pekerja tetap (PKWT dan PKWTT) berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR)
Keagamaan.
Pembayaran THR Keagamaan ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang
Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja atau
Buruh di Perusahaan, pada prinsipnya mewajibkan pengusaha untuk memberi THR Keagamaan
secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.
"THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
hari raya keagamaan," kata Dirjen Putri dalam siaran pers, Minggu (26/4/2021).
Putri menjelaskan, terdapat tiga jenis karyawan atau buruh yang berhak memperoleh THR
Keagamaan.
Pertama, pekerja atau buruh berdasarkan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) atau PKWTT
(Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau
lebih.
6

