Page 13 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 13
Judul Karyawan kontrak dan outsourcing berhak dapat THR, ini hitungannya
Nama Media kontan.co.id
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://nasional.kontan.co.id/news/karyawan-kontrak-dan-outsourcing-
berhak-dapat-thr-ini-hitungannya
Jurnalis kompas.com
Tanggal 2021-04-26 07:37:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pekerja dengan status outsourcing (alih daya), karyawan kontrak, ataupun pekerja tetap (PKWT
dan PKWTT) berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan. Pembayaran THR
Keagamaan ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja atau Buruh di
Perusahaan, pada prinsipnya mewajibkan pengusaha untuk memberi THR Keagamaan secara
penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.
KARYAWAN KONTRAK DAN OUTSOURCING BERHAK DAPAT THR, INI
HITUNGANNYA
Pekerja dengan status outsourcing (alih daya), karyawan kontrak, ataupun pekerja tetap (PKWT
dan PKWTT) berhak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan.
Pembayaran THR Keagamaan ini sesuai Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang
Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja atau
Buruh di Perusahaan, pada prinsipnya mewajibkan pengusaha untuk memberi THR Keagamaan
secara penuh kepada pekerja/buruhnya pada H-7 Lebaran.
"THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
hari raya keagamaan," kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga
Kerja (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri dalam siaran pers, Minggu (26/4/2021).
Putri menjelaskan, terdapat tiga jenis karyawan atau buruh yang berhak memperoleh THR
Keagamaan. Pertama, pekerja atau buruh berdasarkan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu)
atau PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara
menerus atau lebih.
Kedua, pekerja atau buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung
sejak H-30 hari sebelum hari raya keagamaan. Kemudian ketiga, pekerja atau buruh yang
dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila dari perusahaan lama
belum mendapatkan THR.
12

