Page 360 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 360

PEMKAB BUKA POSKO PENGADUAN THR

              Menindaklanjuti  instruksi  Kementerian  Ketenagakerjaan  RI  yang  mewajibkan  yang
              mengingatkan perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) untuk para karyawan,
              Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lombok Barat membuka posko pengaduan THR.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja Lobar, M. Yamil, menjelaskan, posko pengaduan THR ini diadakan
              sebagai  upaya  Dinas  memastikan  hak  para  karyawan  mendapatkan  THR  jelang  lebaran
              terpenuhi. "Kalau ada karyawan yang tidak mendapatkan haknya, tidak dibayarkan THR-nya,
              silahkan mengadu ke posko,'' ungkapnya kemarin.

              Dinas Tenaga Kerja sudah melakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan terkait kewajiban
              pembayaran THR ini. Bahkan saat ini pihak dinas masih turun ke perusahaan untuk memberikan
              sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui Bidang Industri dan Hubungan Kerja."Kita tetap turun
              melakukan sosialisasi dan imbauan agar perusahaan membayar THR pekerja mereka," jelasnya.

              Dinas  meneruskan  instruksi  Kementerian  Tenaga  Kerja  yang  sudah  menetapkan  bahwa
              perusahaan harus membayar THR pegawai mereka. Pihaknya memasang poster dan spanduk
              imbauan    untuk   membayar  THR  karyawan,         karena    itu   memang     menjadi   hak
              karyawan."Perusahaan  yang  kita  datangi  adalah  perusahaan  yang  masih  aktif  beroperasi,"
              katanya.
              Begitu  juga  untuk  sektor  jasa  pariwisata.  Meski  saat  ini  banyak  hotel  dan  tempat  usaha
              pariwisata lainnya tutup karena pandemi, namun tetap menjadi perhatian dinas. Karena ada juga
              perusahaan yang tetap membuka usaha meski kondisi pariwisata yang sepi."Di sektor pariwisata
              kita juga turun. Kita datangi hotel yang ada di kawasan pariwisata," jelasnya.

              Hotel, restoran atau usaha pariwisata lainnya yang tidak mampu membayar THR, maka itu harus
              dibuktikan dengan adanya laporan keuangan, laporan pembayaran pajak dan laporan lainnya.
              Kalau  memang  dari  laporan  mereka  tidak  ada  pemasukan,  maka  itu  bisa  dimaklumi.  'Kalau
              memang tidak mampu bayar THR karena memang perusahaan tidak pernah beroperasi, kita
              harus maklum para karyawan juga harus saling memaklumi, jika memang tempat bekerja tidak
              pernah beroperasi atau tidak ada pendapatan," ungkapnya.

              Kalau perusahaan tidak ada pendapatan, pihaknya mendorong agar para karyawan memahami
              kondisi  perusahaan  agar  saling  memahami."Namun  jika  perusahaan  atau  hotel  tersebut  ada
              pendapatan, kami imbau agar mereka tetap membayar THR karyawan mereka," imbuhnya.

              Yamil  berharap  dalam  kondisi  sulit  seperti  ini,  meminta  kepada  perusahaan  untuk  tidak
              melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada para karyawan mereka. Misalnya hotel,
              bisa disiasati dengan mengistirahatkan karyawan. Jika hotel sudah beroperasi lagi, hotel tinggal
              memanggil karyawan kembali." Kalau mereka masuk mau kerjakan apa, tidak ada tamu, yang
              penting tidak di-PHK," tegasnya.(ami)

              caption:

              THR: Dinas Tenaga Kerja melakukan sosialisasi tentang THR kepada karyawan di salah satu
              hotel di kawasan Senggigi belum lama ini.











                                                           359
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365