Page 356 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 356

Pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  telah  mengeluarkan  Surat
              Edaran (SE) Menaker Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan
              Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  bagi  Pekerja/Buruh  di  Perusahaan.  Dalam  SE  tersebut
              perusahaan wajib memberikan THR secara penuh bagi pekerja atau buruhnya.

              Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMTKPTSP)
              Kota Blitar Suharyono mengatakan, masih menunggu aturan dari gubernur Jawa Timur (Jatim)
              terkait petunjuk teknis pemberian THR bagi pekerja atau buruh. Aturan dari gubernur untuk
              menindaklanjugi SE Menaker tersebut. "Mungkin aturannya tidak jauh berbeda dengan SE dari
              Kemenaker tersebut," jelasnya kepada Koran ini kemarin (2/23).

              Sembari menunggu aturan teknis dari gubernur, dinas mulai menyiapkan posko pemantauan dan
              pengaduan di kantor DPMTKPTSP. Posko itu digunakan sebagai tempat memantau sekaligus
              menerima  karyawan  atau  pekerja  yang  ingin  mengadu  belum  menerima  THR.  "Kami  sudah
              menyiapkan petugas. Sudah ada nomor pengaduannya," ujarnya.

              Menurut dia, pekerja maupun perusahaan bisa menghubungi posko melalui nomor telepon yang
              disediakan apabila terjadi sesuatu terkait THR. Misalnya, ada perusahaan yang tidak mampu
              membayar THR bisa segera mengadu atau mendatangi langsung kantor DPMTKPTSP. Laporan
              pengaduan tersebut akan dikirimkan ke pemerintah pusat.

              Sesuai aturan dari SE Kemenaker, perusahaan wajib memberikan THR kepada setiap pekerja
              dan karyawan. THR yang diberikan sudah penuh sekali gaji paling lambat tujuh hari sebelum
              Idul Fitri atau (H-7). "Biasanya, dalam pemberian THR itu juga ada kesepakatan antara pekerja
              dan perusahaan. Makanya, kami menunggu petunjuk dari gubernur. Jika aturan dari gubernur
              turun, kami segera informasikan ke setiap perusahaan," ungkapnya. (rt/kan/alwk/JPR).












































                                                           355
   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361