Page 371 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 371

LANYALLA IMBAU BURUH JATIM MANFAATKAN POSKO PEMPROV BILA TAK DAPAT
              THR
              Surabaya - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengimbau para buruh dan pekerja di
              Jatim untuk memanfaatkan posko yang disiapkan Pemprov Jatim apabila tidak mendapatkan
              THR dari tempatnya bekerja, sebab posko disiapkan untuk pengaduan tunjangan hal tersebut.

              "Posko pengaduan THR yang diluncurkan Pemprov Jatim dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
              oleh para buruh dan pekerja atau karyawan apabila THR terkendala. Segera mengadu ke posko-
              posko tersebut, apabila ada masalah untuk mendapatkan THR," kata LaNyalla di Surabaya, di
              sela reses di Jatim, Sabtu.

              Mantan Ketua Umum PSSI ini juga memuji Pemprov Jatim yang membuat inisiasi membentuk
              posko pengaduan THR. Menurutnya, posko pengaduan tersebut merupakan komitmen Pemprov
              Jatim untuk membantu buruh maupun pekerja yang kesulitan dalam hal pencairan THR.

              "Pelayanan publik ini tentunya merupakan inovasi layanan yang diberikan pemerintah provinsi
              agar bisa segera merespons masalah-masalah yang terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri yang
              dialami buruh, pekerja atau karyawan," ujarnya.

              Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengakui permasalahan THR jelang hari raya
              sangat sensitif. Apalagi, di masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, langkah Pemprov Jatim
              patut diacungi jempol.

              "Apresiasi  kami  sampaikan  kepada  pemerintah  Jatim  yang  merespons  cepat  masalah  yang
              krusial, seperti THR. Ini perlu juga dicontoh oleh daerah lain," katanya.

              LaNyalla  juga  memastikan  akan  terus  mengawal  hingga  pelaksanaan  pembayaran  THR
              diselesaikan oleh pihak perusahaan kepada para buruh dan karyawan. Ia mengingatkan, THR
              harus  diberikan  karena  merupakan  kewajiban  perusahaan  memenuhi  kesejahteraan  para
              pekerjanya.

              "Pemerintah sudah mewajibkan pembayaran THR tahun 2021 harus diberikan paling lambat 7
              hari  sebelum  Idul  Fitri. Perusahaan  harus  memenuhinya  dan  saya  siap  mengawal  agar  para
              pengusaha membayar kewajibannya," kata alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

              Pengusaha  yang  merintis  usahanya  dari  bawah  itu  mengingatkan,  kewajiban  perusahaan
              membayar THR ini sesuai dengan PP Nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan.
              LaNyalla  mengatakan  aturan  THR  juga  merupakan  amanat  dari  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              "Jadi, jangan main-main karena sudah merupakan aturan rigid yang telah dibahas bersama,
              termasuk dengan pengusaha dan serikat buruh serta pekerja," katanya.

















                                                           370
   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376