Page 395 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 395

SELURUH PERUSAHAAN DI WONOGIRI SEPAKAT SIAP BAYAR THR PEKERJA, TAPI.

              WONOGIRI  -  Pemkab  memberikan  kelonggaran  kepada  perusahaan  dalam  pembayaran
              tunjangan hari raya (THR). Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi.

              Kebijakan tersebut juga disepakati Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Wonogiri dan Serikat
              Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Wonogiri dalam dialog yang diinisiasi pemkab, Jumat (23/4).

              Bupati  Wonogiri  Joko  Sutopo  mengatakan,  secara  prinsip,  seluruh  perusahaan  bersedia
              membayarkan THR kepada para pekerja. Hanya saja, ada toleransi yang diberikan dalam skema
              atau metodologi pemberian THR.

              "Saat pandemi seperti ini kan unpredictable. Bisa bertahan tanpa melakukan PHK yang massif,
              itu  sudah  luar  biasa,  kami  matur  suwun  (terima  kasih).  Tidak  semua  perusahaan  punya
              kemampuan finansial yang sama," katanya, Jumat (23/4).
              Sebab itu, pemkab memberikan toleransi pembayaran THR. Tapi harus dibarengi komunikasi
              perusahaan dengan pekerja agar semuanya klir.

              Menurut  bupati,  dari  total  27  perusahaan  di  Wonogiri,  belum  ada  yang  meminta  dispensasi
              pembayaran THR. Artinya, perusahaan itu siap membayarkan THR, tergantung dari relaksasi
              waktu pembayaran.

              "Pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha harus terjalin komunikasi yang baik agar tidak ada
              gejolak dalam pembayaran THR. Yang terpenting transparansinya," terangnya.

              Sekretaris Apindo Wonogiri Gangsar Laksono mengatakan, pihaknya berkomitmen melaksanakan
              kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan terkait pencairan THR. Namun, dalam pelaksanaanya
              mempertimbangkan sutuasi pandemi Covid-19.

              "Kondisi perusahaan tidak semuanya sama. Ada yang omzetnya bagus, biasa saja. dan ada juga
              yang  maaf,  memprihatinkan.  Kami  apresiasi  pemkab  karena  sudah  memahami  kondisi  ini,"
              paparnya.

              Diterangkan  Gangsar,  mekanisme  pembayaran  THR  perlu  didiskusikan  secara  internal.
              Perusahaan bisa menjalin komunikasi dengan para pekerja terkait teknis pembayaran THR. Jika
              dalam  prosesnya  mengalami  kendala  dan  perselisihan,  Apindo  Wonogiri  akan  melakukan
              mediasi.

              "Kami imbau semua (perusahaan) tetap membayar (THR). Apalagi perusahaan yang kondisinya
              (keuangannya)  bagus,  bisa  tepat  waktu.  Toleransi  waktu  pembayaran  THR  hanya  untuk
              perusahaan yang kondisinya biasa saja dan kurang baik," ungkap Gangsar.

              Ketika ditemukan kendala dalam pencairan THR, dapat dilakukan koordinasi antara disnaker,
              Apindo, dan serikat pekerja guna mencari solusi terbaik.

              Sementara  itu,  Ketua  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (SPSI)  Wonogiri  Seswanti  berharap
              semua perusahaan bisa memenuhi hak para pekerja dengan membayarkan THR. Namun, dia
              memahami  kondisi  perusahaan  berbeda-beda.  "Kami  akan  lihat  kondisi  maupun  dinamika  di
              lapangan," tutur dia.

              Seswanto memprediksi, tidak semua perusahaan bisa menjalankan amanat Kemnaker tentang
              pemberian  THR  secara  utuh.  "Hak  buruh  harus  tetap  (dibayarkan).  Tapi  mekanisme
              pembayarannya akan memperhatikan kondisi di lapangan. Kami bersama Apindo dan disnaker
              membuat posko untuk mengantisipasi adanya kemacetan pembayaran THR buruh," ucapnya.

              (al/wa/ria).
                                                           394
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400