Page 407 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 407

Yaitu Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel Yoeyoen Indharto,
              Ketua Korwil Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalsel Mesdi dan Ketua DPD
              Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel.

              Diwakili  Yoeyoen,  Aliansi  PBB  tegas  mengingatkan  agar  seluruh  perusahaan  di  Kalsel
              membayarkan THR jelang Idul Fitri 1442 Hijriah Tahun 2021 sesuai dengan aturan yang berlaku
              dan sesuai hak para pekerja tanpa adanya penundaan dan cicilan.

              Yoeyoen mengatakan, pihaknya tak menutup mata bahwa ada sebagian perusahaan di Kalsel
              yang mengalami dampak pandemi Covid-19 sehingga kemampuan keuangannya tidak memadai
              untuk membayarkan THR.

              Namun menurutnya, seperti yang telah difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Kalsel, perusahaan
              dengan kondisi demikian harus melaporkan kondisi riil keuangan perusahaannya kepada Dinas
              Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel.

              "Laporan juga disertai bukti audit dari akuntan publik yang menunjukkan perusahaan memang
              memgalami kerugian setidaknya dua tahun berturut-turut. Kalau kondisinya benar begitu dan
              dilaporkan ke Disnakertrans, tentu kami paham," kata Yoeyoen.

              Ia meminta instansi yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan untuk dengan tegas
              menindak perusahaan yang tidak melaksanakan kewajibannya termasuk membayarkan hak THR
              pekerja dan buruh sesuai aturan berlaku.

              Yoeyoen meyakini, jika hak THR dibayarkan kepada para buruh dan pekerja di Kalsel, maka akan
              turut bermanfaat terhadap pergerakan positif roda perekonomian di Banua.

              Selain terkait THR, Aliansi PBB dalam konferensi pers ini juga meminta kepada Pj Gubernur Kalsel
              dan Pj Wali Kota Banjarmasin serta Bupati yang daerahnya melaksanakan pemungutan suara
              ulang (PSU) untuk meliburkan para pekerja dan buruh saat hari H pelaksanaan PSU.

              Pasalnya, selain atas dasar hak konstitusinya sebagai pemilih, dengan diliburkan maka kalangan
              buruh kata Yoeyoen juga dapat berkontribusi maksimal terhadap suksesnya PSU khususnya dari
              aspek partisipasi pemilih.

              "Apakah  yang  diliburkan  hanya  untuk  perusahaan  yang  berlokasi  di  kawasan  yang
              menyelenggarakan PSU, itu bisa saja di atur. Kami harap ini dipertimbangkan oleh pemangku
              kebijakan," beber Yoeyoen.
              (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody).

























                                                           406
   402   403   404   405   406   407   408   409   410   411   412