Page 431 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 431

Meski  begitu,  Zul  memastikan  tidak  akan  mengeluarkan  peraturan  gubernur  (pergub)  untuk
              mengatur pemberian THR. Seperti desakan dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB saat aksi di
              depan kantor gubernur NTB.

              Dalam aksi yang dilakukan 12 April lalu, SPN menolak apabila ada perusahaan yang membayar
              THR dengan cara dicicil. Untuk itu, SPN meminta gubernur membuat pergub yang mengatur
              mengenai pembayaran THR.

              Pergub untuk THR, seperti yang didesak SPN, dinilai Zul tidak perlu dilakukan. Terkesan ada
              pemaksaan dari pemerintah yang menyamaratakan kondisi seluruh perusahaan di NTB. Padahal
              tidak semua perusahaan sehat di masa pandemi sekarang.

              "Kalau kita ngomong ini untuk pengusaha di Gili Trawangan, kan susah. Jangankan buat bayar
              THR, untuk bersihkan kolam saja mereka susah," jelas mantan anggota DPR RI itu.

              Zul mengatakan pemberian THR masih bisa diselesaikan tanpa harus mengeluarkan pergub. Ia
              menegaskan pemerintah tetap melakukan pengawasan untuk perusahaan. Memastikan mereka
              mengeluarkan THR untuk pekerjanya secara layak.

              Ia juga meminta antara perusahaan dan karyawan terjalin saling pengertian. Terkait dengan
              kondisi masing-masing. "Kita mengimbau, tapi tidak perlu pakai Pergub. Kalau perusahaan sehat,
              bayarkan THR dengan penuh," imbuh politisi PKS itu.

              Perusahaan  wajib  membayarkan  THR  Keagamaan  secara  penuh,  paling  lambat  tujuh  hari
              sebelum  hari  raya.  Seperti  dalam  Surat  Edaran  Menteri  Tenaga  Kerja  Tenaga  Kerja  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021.

              (dit/r5).









































                                                           430
   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436