Page 475 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 475
Judul Pekerja Migran Indonesia Dibebaskan dari Hukuman Mati
Nama Media rri.co.id
Newstrend Kasus PMI di Singapura
Halaman/URL https://rri.co.id/internasional/1032176/pekerja-migran-indonesia-
dibebaskan-dari-hukuman-mati
Jurnalis Ahmad Rivai Kasim
Tanggal 2021-04-23 14:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung bernama Daryati akhirnya divonis bebas dari
hukuman mati atas tuduhan membunuh majikan perempuan yang dilakukannya pada tahun
2016, Jumat (23/04/21). Pada awalnya, Daryati didakwa dengan ancaman tunggal hukuman
mati karena ditemukan bukti pembunuhan berencana.
PEKERJA MIGRAN INDONESIA DIBEBASKAN DARI HUKUMAN MATI
Singapura: Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung bernama Daryati akhirnya divonis
bebas dari hukuman mati atas tuduhan membunuh majikan perempuan yang dilakukannya pada
tahun 2016, Jumat (23/04/21). Pada awalnya, Daryati didakwa dengan ancaman tunggal
hukuman mati karena ditemukan bukti pembunuhan berencana.
KBRI Singapura dibantu oleh Pengacara Mohamed Muzammil mengupayakan keringanan
hukuman terhadap Daryati. Daryati diketahui pernah mengalami kekerasan di masa lalu yang
mengakibatkan trauma mendalam dan memengaruhi kondisi kejiwaannya yang didukung oleh
laporan pemeriksaan ulang dari psikiatris yang ditunjuk oleh KBRI.
Pada tahun 2020, Jaksa mengubah tuntutan menjadi ancaman hukuman seumur hidup atau
hukuman mati. Negara telah mengupayakan semua daya sesuai dengan prinsip pelindungan dan
ketentuan perundang-undangan untuk dapat meringankan hukuman Daryati.
KBRI telah mendampingi proses hukum yang dijalani Daryati termasuk pemberian bantuan
hukum oleh Pengacara sejak Daryati pertama kali didakwa pada tahun 2016.
Diketahui Daryati nekat membunuh majikan dan melukai suami majikan dengan alasan keadaan
keluarga dan keinginan untuk segera pulang, korban meninggal dunia dengan 98 luka tusukan.
Adapun Kasus Daryati sudah berlangsung selama hampir 5 (lima) tahun.
Sama seperti Indonesia, Singapura masih menerapkan hukuman mati. Terdapat 32 jenis
kejahatan yang pelakunya dapat dihukum mati, termasuk pembunuhan, narkoba, terorisme,
serta kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Tidak hanya pada warga negara Singapura,
hukuman mati juga pernah dijatuhkan kepada warga negara asing lain di Singapura. (ARK/ Buy).
474

