Page 529 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 529

Hal tersebut didasari berdasarkan SE Menaker RI Nomor Nomor: M/6/HK.04/ IV/2021 tentang
              Pelaksanaan Pemberian THR Kea-gamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh dl Perusahaan.
              Kepala Disnaker Malinau Iwan Darma Yuana menjelaskan sebelum Posko THR dibuka pihaknya
              terlebih dulu akan menyosialisasikan SE tersebut ke perusahaan.

              'Disosialisasikan  lebih  dulu  ke  perusahaan-perusahaan.  Bahwa  THR  wajib  dibayarkan  oleh
              perusahaan. Ditunda bisa, tapi wajib ditunaikan," ujarnya kepada Tribun Kaltara.com. Kamis
              (22/4).

              Penundaan THR 2021 wajib didasari itikad baik perusahaan, disebabkan keadaan memaksa, atau
              permasalahan kesempitan ekonomi perusahaan.

              Iwan Darma Yuana mengakui sebelumnya ada perusahaan yang mengeluhkan keadaan ekonomi
              perusahaan terdampak Covid-19.
              Meskipun  hal  tersebut  hanya  sebatas  keluhan.  Sejauh  lnl  pihaknya  belum  menerima  aduan
              pekerja/ buruh atau laporan perusahaan terkait penundaan THR 2021.

              "THR wajib dibayar selambat-lambatnya 7 hari sebelum hari raya. Karena pandemi, memang
              sebelumnya ada, cuma sebatas keluhan,” ucapnya.

              Disnaker Malinau akan memedlasl pekerja atau buruh dengan perusahaan terkait penundaan
              THR. Dengan syarat, perusahaan wajib menunjukkan laporan keuangan internal.

              Kesepakatan antara pekerja/buruh dengan perusahaan tidak menghapus kewajiban perusahaan
              untuk membayar THR. Sebab THR merupakan kewajiban yang wajib ditunaikan perusahaan.

              'Wajib dibayar oleh perusahaan. Posko THR ini nanti memediasi pekerja dan perusahaan. Jika
              memang karena kondisi keuangan, contohnya karena corona bisa ditunda, tapi perusahaan wajib
              membuka laporan keuangan internal untuk mebuktikan hal tersebut," katanya, (ml8)








































                                                           528
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534