Page 533 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 533

Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu
              dan Tenaga Kerja (PM PTSP & Naker) Kabupaten Tuban, Wadiono mengatakan tahun lalu ada
              tiga  pengusaha  koperasi  simpan  pinjam  yang  diadukan  oleh  karyawannya  karena  telat
              membayarkan THR Idul Fitri 2020.

              "Setelah dikomunikasi dan ditengahi oleh Pemkab, semua persoalan terselesaikan," ujar Wadiono
              kepada reporter melalui sambungan teleponnya, Jumat (23/4/2021).

              Upaya  mengantisipasi  kejadian  tidak  terulang,  Wadiono  membuka  tempat  pengaduan  yang
              sebelumnya di Balai Latihan Kerja (BLK), untuk tahun ini di Kantor Dinas PM PTSP & Naker di
              Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Tuban. Bisa juga ke nomor WA milik Wadiono +62 813-1005-
              5399.

              Tempat  pengaduan  THR  tahun  2021  tidak  dibatasi  waktunya.  Artinya  Pemkab  memberikan
              layanan  kepada  karyawan  yang  merasa  belum  dibayarkan  THRnya  baik  sebelum  maupun
              sesudah Idul Fitri selama 24 jam.
              Bagi pengusaha yang keberatan atau tidak mampu membayarkan THR, bisa menempuh langkah
              komunikasi dengan karyawannya. Asalkan karyawannya mau maka penundaan pembayaran THR
              bisa dilakukan, tapi jika menolak maka dikembalikan ke aturan yang berlaku.

              "THR ini haknya pekerja maka jika pengusaha tidak mampu harus komunikasi intens dengan
              karyawannya. Dalam aturan THR wajib dibayarkan H-7," imbuh mantan Penegak Perda di Kantor
              Satpol PP Kabupaten Tuban.

              Secara umum Wadiono memantau pelaku usaha di Tuban mematuhi regulasi yang mengatur
              THR. Resiko jika tidak patuh maka sanksinya panjang, hingga pembekuan ijin usaha diatur dalam
              PP Nomor 36 tahun 2021.

              Dalam  konferensi  pers  virtual,  Senin  (12/4/2021),  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah
              menjelaskan, sanksi denda yang akan didapatkan pengusaha jika tepat bayar THR adalah denda
              5% dari total anggaran pembiayaan THR yang akan diberikan pada pekerja.

              Penegasan  aturan  mengenai  THR  wajib  dibayar penuh  dan  tepat  waktu  berupaya  ditegakan
              kembali setelah banyaknya kelonggaran imbas dunia usaha terdampak pandemi. Meski masih
              dalam proses pemulihan, Ida menjelaskan, ia masih memberikan kelonggaran pada pengusaha
              yang belum mampu membayarkan THR pada para pekerja yaitu dengan melonggarkan deadline
              pembayaran.  Sampai  memberikan  ruang  pada  pembahasan  bipartite  antara  pengusaha  dan
              buruh  soal  skema  pembayaran  THR  yang  dilakukan  secara  kekeluargaan.  [ali/ono].thr,
              pengusaha.

























                                                           532
   528   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538