Page 70 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 70
"Para pekerja outsourcing maupun pekerja kontrak, asalkan telah bekerja selama 1 bulan atau
lebih dan masih memiliki hubungan kerja pada saat hari keagamaan berlangsung, berhak
mendapatkan THR," ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial
Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Indah Anggoro Putri, di Jakarta,
Minggu (25/4).
Putri menjelaskan ada tiga jenis pekerja/buruh yang berhak memperoleh THR Keagamaan sesuai
Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
Tahun 2021.
Mereka adalah pekerja/buruh berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau Perjanjian Kerja
Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) dengan masa kerja 1 bulan secara menerus atau lebih,
pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK sejak H-30 sebelum hari raya
keagamaan, pekerja/buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut,
apabila dari perusahaan lama belum mendapatkan THR.
"THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
hari raya keagamaan," jelasnya.
Ketentuan Pembayaran
Lebih jauh, Putri menjelaskan ketentuan besarnya THR berdasarkan peraturan THR Keagamaan
adalah 1 bulan upah untuk pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
menerus atau lebih. Sedangkan pekerja/buruh yang masa kerjanya 1 bulan secara terus menerus
sampai dengan kurang dari 12 bulan, berhak mendapat THR yang dihitung secara proporsional
sesuai masa kerjanya.
Penghitungan upah sebulan yakni upah tanpa tunjangan yang merupakan upah bersih atau upah
pokok termasuk tunjangan tetap. Dalam hal upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tidak
tetap maka perhitungan THR dihitung berdasarkan upah pokok.ruf/N-3
69

