Page 308 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 23 JULI 2021
P. 308

dengan WFH atau bekerja dari rumah. Tetapi hanya bisa diliburkan dan pemberlakuan jam kerja
              bergilir apabila banyak buruh isoman.


              BANYAK BURUH PABRIK TERANCAM TERKENA PHK AKIBAT PERPANJANGAN PPKM

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai PPKM Darurat yang
              diperpanjang  hingga  25  Juli  2021  berpotensi  menyebabkan  terjadinya  ledakan  pemutusan
              hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan ribu buruh di industri manufaktur.
              "Paling  tidak,  dalam  satu  minggu  ke  depan  akan  banyak  buruh  yang  dirumahkan  dengan
              dipotong gaji, tergantung seberapa banyak buruh yang terpapar Covid 19," kata Said Iqbal,
              dalam keterangannya, Kamis (22/7).

              Menurutnya ledakan PHK ini disebabkan, proses produksi di pabrik tidak bisa dilakukan dengan
              WFH atau bekerja dari rumah. Tetapi hanya bisa diliburkan dan pemberlakuan jam kerja bergilir
              apabila banyak buruh isoman.

              Oleh karena itu, dalam menerapkan kebijakan perpanjangan PPKM darurat ini, pemerintah harus
              memperhatikan data dan fakta yang terjadi di pabrik. Sebab proses kerja di pabrik berbeda
              dengan pekerja yang bekerja di perkantoran, jasa, atau perdagangan yang bisa melakukan WFH.

              "Sementara di pabrik, yang bisa dilakukan adalah kerja bergilir dengan sistem kerja sehari libur
              sehari kerja," imbuhnya.

              Said menjelaskan, mayoritas pabrik atau industri manufaktur masih bekerja 100 persen. Hal ini
              terjadi  di  sektor  elektronik  dan  komponen,  otomotif  dan  komponen,  tekstil  garmen  sepatu,
              farmasi, bank, logistik, percetakan, industri semen, energi, kimia, hingga pertambangan.

              "Pabrik-pabrik tersebut menyebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung,
              Semarang,  Kendal,  Jepara,  Cilegon,  Serang,  Surabaya,  Mojokerto,  Pasuruan,  Gresik,  Batam,
              Karimun, Medan, Aceh, Makasar, Banjarmasin, Papua, Maluku, dan lain sebagainya," tegasnya.

              Apalagi  tingkat  penderita  covid-19  klaster  pabrik  di  atas  10  persen,  hal  ini  mengakibatkan
              puluhan ribu buruh melakukan isoman tanpa vitamin dan obat. Ketika banyak yang isoman,
              akhirnya pabrik diliburkan.
              "Kalau  pabriknya  banyak  libur  dan  buruh  isoman  terlalu  lama,  maka  target  produksi  turun.
              Sehingga langkah yang diambil perusahaan adalah merumahkan karyawan dengan potong gaji,
              dan terakhir akan di PHK kalau covid-19 makin meningkat serta arus kas terganggu," jelasnya.

              Di samping itu, semenjak PPKM Darurat diberlakukan, apalagi dengan diperpanjang sampai 25
              Juli,  sudah  banyak  manajemen  perusahaan  yang  mengajak  berunding  serikat  pekerja  untuk
              persiapan efisiensi dengan cara mengurangi jumlah buruh atau PHK bertahap.

              Dia meyakini jika PPKM Darurat terus diperpanjang tanpa ada kepastian pengendalian angka
              buruh penderita covid-19 dan buruh isoman tidak diberi obat dan vitamin gratis, serta lambatnya
              vaksinasi gratis buat buruh. "Maka bisa dipastikan ledakan PHK akan terjadi di tengah PPKM
              Darurat ini karena arus kas perusahaan akan 'berdarah-darah' akibat proses produksi dihentikan
              dan buruh banyak diliburkan," pungkasnya.
              Reporter: Tira Santia Sumber: Liputan6.com [azz].





                                                           307
   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313