Page 226 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2021
P. 226

KEMNAKER: PERUSAHAAN YANG MENUNGGAK THR KEAGAMAAN AKAN DIKENAKAN
              SANKSI
              JAKARTA,  -  Kementerian  Ketenagakerjaan  meresmikan  peluncuran  posko  pelaksanaan
              Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021 dan Call Center, Senin (19/4/2021) kemarin.

              Posko Pelaksanaan THR Keagamaan dan Call Center yang akan berlaku tanggal 20 April hingga
              20 Mei 2021 tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

              Sebelumnya, Kemnaker sudah merilis surat edaran tentang ketentuan THR Keagamaan 2021
              bagi pekerja dan buruh.

              THR  wajib  dibayar  penuh  oleh  pengusaha  sebelum  H-7  Lebaran  dengan  kelonggaran  bagi
              perusahaan  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  tidak  dapat  membayar  THR  sesuai  ketentuan
              pemerintah dapat membayar THR Keagamaan maksimal H-1 Lebaran.
              "Ketentuannya  pengusaha  wajib  melakukan  dialog  dengan  pekerja  dan  menunjukan  laporan
              keuangan secara transparan serta melaporkan secara tertulis kepada Dinas Ketenagakerjaan
              setempat pada H-7 Lebaran," kata Ida Fauziyah.

              Selanjutnya,  pekerja  dan  buruh  dapat  melaporkan  hasil  perundingan  dengan  perusahaan  ke
              posko pelaksanaan THR 2021 di Kemnaker dan melalui web www.bantuan.kemenaker.go.id atau
              menghubungi Call Center 1500630.

              Ida  Fauziyah  menjelaskan  bahwa  jika  perusahaan  terlambat  membayar  sesuai  dengan
              ketentuan, maka akan ada sanksi yang diberlakukan.

              "Jika  terlambat  membayar  sebagaimana  ketentuan  perundang-undangan,  akan  ada  sanksi
              berupa denda yang akan digunakan untuk kepentingan kesejahteraan pekerja/buruh," kata Ida.

              Selain denda, bagi pengusaha yang tidak memenuhi ketentuan membayar THR juga akan ada
              sanksi administrasi yg dikenakan kepada teman-teman pengusaha.
              Namun,  per  Senin  (19/4/2021),  belum  ada  perusahaan  yang  menyatakan  tidak  mampu
              membayar THR Keagamaan.

              Terkait  dengan  103  perusahaan  yang  menunggak  membayar  THR  Keagamaan  pada  2020
              kemarin,  Dirjen  Binwasnaker  dan  K3  Haiyani  Rumondang  menjelaskan  bahwa  permasalahan
              tidak murni hanya THR semata, namun ada kaitan dengan permasalahan hubungan industrial
              antara perusahaan dan pekerja.

              "Tidak serta merta proses ini tuntas karena juga terkait dengan status hubungan kerja, dan lain
              sebagainya. Ada proses mediasi juga ada yang sampai tahap pengadilan tenaga kerja," jelas
              Haiyani.

              Sejauh ini, ada 5 perusahaan yang dikenai sanksi administratif sesuai pada PP No. 36 Tahun
              2021  berupa  sanksi  teguran  tertulis,  pembatasan,  dan  juga  penghentian  sementara  dan
              pembekuan kegiatan usaha.


              "Pengawas akan mengeluarkan rekomendasi sesuai dengan hasil dari perundingan atau mediasi
              atau pengadilan tenaga kerja yang akan disampaikan kepada gubernur/wali kota dan instansi
              yang mengeluarkan izin," kata Haiyani.






                                                           225
   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231