Page 251 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 APRIL 2021
P. 251

buruhyang masih aktif, dirumahkan, bahkan yang dalam proses PHK terhitung sejak 30 hari
              sebelum  hari  raya  keagamaan,  "Mereka  berhak  menerima  THR  keagamaan,"  Kata  Kabid
              Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate Roni Aries.

              Dia  menjelaskan  SE  ini  merujuk  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia nomor 6 Tahun 2016
              tentang THR keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan Tanggal 08 Maret 2016 dan Surat
              Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Republik  Indonesia  Nomor  M/6/  HK04/IV/2021  tentang
              Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan Tanggal
              12 April 2021.

              Poin-poin lain dalam SE tersebut adalah pengusaha wajib memberikan THR keagamaan kepada
              pekerja/buruh bagi pekerja yang merayakan Idul Fitri bagi yang beragama Islam,  Hari Raya
              Natal bagi yang beragama Kristen Katholik dan Kristen Protestan, Hari Raya Nyepi bagi yang
              beragama Hindu, Hari Raya Waisak bagi yang beragama Budha, dan Hari Raya Imlek bagi yang
              beragama Konghucu.

              Pemberian THR keagamaan wajib diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan
              kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (pekerja/ karyawan
              tetap),  atau  perjanjian  kerja  waktu  tertentu  (pekerja/karyawan  kontrak)  dengan  ketentuan
              seperti pengusaha wajib memberikan THR bagi yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara
              terus menerus ataulebih.
              "Besaran THR Keagamaan ditetapkan untuk pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja
              12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan 1 bulan upah. Pekerja yang mempunyai
              masa  kerja  1  bulan  secara  terus  menerus  tetapi  kurang  dari  12  bulan,  diberikan  secara
              proposional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja 12 bulan dikalikan satu bulan
              upah," jelas Roni.

              THR keagamaan ini wajib dibayarkan oleh pengusaha paling lambat 7 hari sebelum hari raya,
              dan diberikan dalam bentuk uang dengan ketentuan menggunakan mata uang rupiah. Dalam
              hal perusahaan masih terdampak pandemi Covid-19 dan berakibat tidak mampu membayar THR,
              pengusaha melakukan dialog dengan pekerja untuk mencapai kesepakatan, yang dilaksanakan
              secara kekeluargaan dan dengan itikad baik serta dapat memastikan kesepakatan pembayaran
              THR 2021 kepada pekerja/buruh, "Pengusaha agar dapat membuktikan ketidakmampuan untuk
              pembayaran THR 2021 secara tepat waktu, dengan menunjukkan laporan keuangan internal
              perusahaan yang transparan," ujarnya.
              Dia  menambahkan  pengusaha  yang  telah  melakukan  kesepakatan  dengan  pekerja,  dapat
              melaporkan hasil kesepakatan tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Ternate paling lamba
              17 hari sebelum hari raya.

              "Pengusaha yang tidak membayar THR dan mengabaikan ketentuan yang telah diatur, akan
              dikenakan  sanksi  administratif  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan  perundang-undangan,"
              tegasnya, (cr-02/onk)















                                                           250
   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256