Page 432 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 AGUSTUS 2020
P. 432

Realisasi  belanja  keseluruhan  K/L  tahun  ini,  lanjutnya,  baru  mencapai  48  persen  dari  bulan
              Januari hingga Agustus.
              "Dari  10  K/L  terbesar,  Kementerian  Perhubungan,  Kementerian PUPR  (Pekerjaan  Umum  dan
              Perumahan Rakyat) dan Kementerian Kesehatan itu penyerapannya terendah, yaitu 34,3 persen,
              41,5 persen dan 43,6 persen," tukasnya.

              Sementara realisasi program PEN, baru terserap 21,8 persen atau setara Rp 151,25 triliun dari
              total Rp 695,2 triliun. "Khusus untuk kesehatan, dari pagu Rp 87,55 triliun itu baru terserap Rp
              7,14 triliun atau 8,1 persen dari pagu. Sementara untuk dukungan UMKM, dari pagu Rp 123,47
              triliun baru terserap Rp 32,5 triliun atau 26,3 persen dari pagu," ujarnya.

              Oleh  karena  itu,  KH  Ma'ruf  meminta  seluruh  menteri  memberi  perhatian  khusus  terhadap
              pelaksanaan  program-program  penanggulangan  Covid-19  dan  PEN  yang  telah  disampaikan
              Presiden Joko Widodo kepada masyarakat.

              Turut  mengikuti  rapat  telekonferensi  itu  ialah  Menteri  Koordinator  bidang  Perekonomian
              Airlangga Hartarto, Menteri urusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menkeu
              Sri Mulyani Indrawati.

              Terpisah  pengamat  sosial  Maruly  Hendra  Utama  berharap  kebijakan  pemerintah  yang  bakal
              memberikan stimulus bagi pekerja perusahaan swasta dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan
              harus benar-benar tepat sasaran guna meningkatkan daya beli warga.

              "Saya  bukan  mempersoalkan  besar  kecilnya  anggaran.  Tapi  stimulus  bantuan  tunai  sangat
              berguna untuk mendorong laju konsumsi masyarakat karena dapat mendorong pemulihan dari
              sisi permintaan dan produksi. Namun, berbagai inisiatif stimulus ini perlu dipersiapkan secara
              matang," jelasnya.

              Hal yang paling mendasar yaitu data pendistribusian, sehingga tidak menimbulkan polemik yang
              berkepanjangan  sebagaimana  evaluasi  atas  bansos  lainnya.  "Pemerintah  perlu  memastikan
              desain bantuan bagi pekerja yang belum terjangkau, misalnya pekerja di sektor informal, melalui
              perluasan target bantuan tunai ini atau bansos lain yang telah berjalan," imbuh dosen Sosiologi
              Universitas Lampung itu.

              "Stimulus  bantuan  tunai  ini  diharapkan  turut  meningkatkan  serapan  anggaran  Pemerintah.
              Pasalnya, hingga semester 1-2020, belanja negara telah terserap 39 persen, sementara realisasi
              serapan PEN masih sekitar 21,8 persen," katanya.

              Semua  pihak,  sambung  Maruly  tentu  menginginkan  agar  langkah  percepatan  perlu  terus
              dilakukan agar stimulus perlindungan sosial serta ekonomi, terutama bagi UMKM dan korporasi,
              dapat  berjalan  seiring  pembukaan  kembali  aktivitas  normal  baru.  "Jadi  benar  kata  Wapres,
              Menteri  yang  bisa  memantau  langsung.  Bila  perlu  progresnya  setiap  hari  disampaikan,  agar
              masyarakat tahu. Ini juga bentuk transparansi/' timpalnya.
              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pemerintah akan menambah
              calon penerima manfaat subsidi upah bertambah menjadi 15.725.232 orang dari yang semula
              hanya 13.870.496 orang dengan total anggaran mencapai Rp 37,7 triliun.

              "Berdasarkan hasil koordinasi kementerian dan lembaga diputuskan untuk memperbanyak yang
              mendapat  manfaat  menjadi  15.725.232  orang  dari  yang  semula  hanya  13.870.496  orang,
              dengan  demikian  anggaran  bantuan  pemerintah  untuk  subsidi  upah  mengalami  kenaikan
              menjadi Rp 37,7 triliun dari Rp 33,1 triliun," kata Ida.





                                                           431
   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437